Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cemoro Sewu, dari Sarang Dedemit hingga Jadi Objek Wisata

Agregasi Harian Jogja , Jurnalis-Sabtu, 17 Desember 2016 |10:05 WIB
Cemoro Sewu, dari Sarang <i>Dedemit</i> hingga Jadi Objek Wisata
Cemoro Sewu
A
A
A

BANTUL - Eksekusi bangunan di kawasan Pantai Cemoro Sewu, Parangtritis, Kretek, Bantul, Yogyakarta telah usai dilakukan. Puluhan bangunan telah dirobohkan, sebagai langkah menuju restorasi zona inti gumuk pasir.

Namun, bagaimana awal mula keberadaan bangunan di kawasan tersebut? Parwanto, salah satu pengelola sekaligus perintis wisata gumuk pasir di Cemoro Sewu mengatakan, sejak 2007 silam dirinya membuka objek wisata itu, gelombang pengunjung terus meningkat setiap tahunnya. Jika saat liburan, pendapatan parkir yang dikelolanya mencapai Rp500 ribu dalam sehari.

Kondisi ramai itulah yang kemudian membuat dirinya berkeputusan mendirikan bangunan semi permanen, tepat di sisi objek wisata. Tak hanya warung makan, bangunan itu juga dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi dan musala.

“Terutama kamar mandi. Itu adalah kebutuhan wajib pengunjung. Sekarang bangunan kamar mandi itu sudah rata dengan tanah. Saya khawatir, pengunjung akan malas datang ke sini,” keluhnya, seperti dikutip dari Harianjogja.com, Sabtu (17/12/2016).

Takdir sedikit berkata lain, setidaknya dua hari pasca-pembongkaran paksa itu dilakukan, pengunjung masih saja datang. Dari situlah ia berharap mimpi itu kembali terwujud.  “Sampeyan lihat saja sendiri. Ada dua bus penuh pennumpang dating,” ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement