Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sebut Pelecehan Massal akibat Meniru Barat, Menteri India Dikecam

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Selasa, 03 Januari 2017 |20:50 WIB
Sebut Pelecehan Massal akibat Meniru Barat, Menteri India Dikecam
Salah seorang korban pelecehan seksual meminta bantuan kepada polisi (Foto: Bangalore Mirror)
A
A
A

BENGALURU – Warga India tengah dihebohkan kasus pelecehan seksual massal yang terjadi tepat pada malam pergantian tahun di Bengaluru. Sejumlah perempuan mengaku dilecehkan oleh sekelompok pemuda di tengah perayaan yang berlangsung di Jalan Mahatma Gandhi tersebut.

Menteri Dalam Negeri negara bagian Karnataka, G Parameshwara, melancarkan kritik terhadap para korban. Pria berkacamata itu menyebut pakaian bergaya Barat yang dikenakan oleh para perempuan sebagai pemicu tindakan pelecehan seksual.

“Sejumlah besar muda-mudi berkumpul, anak muda yang hampir mirip orang Barat. Mereka mencoba meniru gaya hidup ala Barat, tidak hanya pola pikir, tetapi juga gaya berpakaian sehingga beberapa gangguan, beberapa perempuan dilecehkan, hal ini kadang terjadi,” ucapnya, seperti dimuat Sky News, Selasa (3/1/2016).

Komentar tersebut memicu kemarahan di kalangan warga India. Ketua Komisi Nasional Perempuan India Lalitha Kumaramangalam menuntut permohonan maaf Parameshwara kepada seluruh kaum hawa di India. Ia juga menuntut sang menteri untuk segera mengundurkan diri. Sementara Menteri Muda urusan Dalam Negeri India Kiren Rijiju menyebut komentar itu sangat tidak bertanggung jawab.

“Kita tidak bisa membiarkan aksi memalukan dari pelecehan seksual massal ini tidak ditindak secara hukum. Keamanan perempuan adalah suatu kewajiban dalam masyarakat madani,” kicau Rijiju dalam akun Twitter. Parameshwara kemudian mengklaim perkataannya dipelintir oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Namun, dirinya sudah terlanjur dikecam oleh warga India.

“Saya ingin bertanya kepadanya, apakah para pria India begitu menyedihkan dan lemah sehingga ketika mereka melihat perempuan dalam balutan pakaian Barat di pesta pora yang meriah, mereka kehilangan kontrol? Kapan para pria India belajar untuk menghormati perempuan?” sergah Lalitha Kumaramangalam.

Perayaan malam pergantian tahun bermasalah tersebut berlangsung di pusat distrik bisnis Bengaluru. Sekira 12 ribu orang memadati ruas antara Jalan Mahatma Gandhi dengan Brigade untuk merayakan tahun baru. Meski muncul kasus pelecehan seksual massal, Kepolisian Bengaluru mengaku belum mendapatkan pengaduan resmi hingga hari ini.

(Wikanto Arungbudoyo)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement