Trump: Walau Hebat, Merkel Lakukan Satu Kesalahan Fatal

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 16 Januari 2017 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 16 18 1592288 trump-walau-hebat-merkel-lakukan-satu-kesalahan-fatal-aohGnbOO0U.jpg Donald Trump mengakui bahwa Angela Merkel adalah seorang pemimpin yang hebat (Foto: Bryan Smith/AFP)

NEW YORK – Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald John Trump menyebut Kanselir Jerman Angela Merkel melakukan sebuah kesalahan besar dalam kebijakannya terkait imigran. Pernyataan tersebut dibuat pria berusia 70 tahun itu dalam wawancara dengan harian asal Inggris dan Jerman di Trump Tower, New York.

Meski demikian, Donald Trump tetap menganggap Angela Merkel sebagai salah satu pemimpin paling penting di Eropa. Sebab, menurutnya Jerman adalah inti dari Uni Eropa (UE). Peran Negeri Panser dalam sejumlah kebijakan di organisasi tersebut tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

“Jika Anda melihat Uni Eropa, itu tak ubahnya Jerman. Pada dasarnya Uni Eropa adalah sebuah kendaraan bagi Jerman. Saya pikir Angela Merkel melakukan satu kesalahan yang sangat fatal, yakni menerima para imigran ilegal,” sebut Trump, seperti dimuat BBC, Senin (16/1/2017).

Politikus Partai Republik itu menekankan, dirinya siap untuk mulai mempercayai Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Rusia Vladimir Putin setelah dilantik pada Jumat 20 Januari. Akan tetapi, Trump tidak cukup yakin bahwa kepercayaan kepada kedua pemimpin itu akan bertahan cukup lama.

Kebijakan terbuka Angela Merkel terhadap pengungsi tidak hanya sekali ini mendapatkan kritik. Sedikitnya 1 juta orang pengungsi asal Timur-Tengah diterima Jerman sepanjang 2015. Sejumlah politikus dan kader partai beraliran konservatif menolak kebijakan tangan terbuka Merkel tersebut karena khawatir terjadi serangan teror di Jerman.

Setidaknya dua insiden terkait imigran pengungsi asal Timur-Tengah terjadi di Jerman sepanjang 2016. Insiden pertama terjadi tepat pada malam pergantian tahun di mana sejumlah perempuan mengaku menjadi korban pelecehan seksual massal oleh para pemuda asal Timur-Tengah. Insiden kedua yakni serangan teror truk di bazar Natal di Berlin yang dilakukan oleh imigran asal Tunisia, Anis Amri.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini