"Jadi sama sekali tidak relevan berbicara presidential thershold pada pemilu (Pilpres dan Pileg) yang dilakukan bersamaan," tukasnya.
Sampai saat ini Partai Hanura masih terus melakukan pembahasan untuk sampai pada pernyataan resmi partai.
"Tetapi saya sebagai Sekretaris Fraksi Hanura (di DPR) berpandangan bahwa sepakat dengan wacana presidential thershold nol persen," kata Dadang.
Dadang pun meyakini jika presidential therhold 0 persen memiliki implikasi positif terhadap pembangunan demokrasi.
"Saya kira positif bagi pembangunan demokrasi. Jadi rakyat akan memiliki banyak pilihan, tidak dibatasi oleh presidential thershold nya parpol," tutupnya.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.