UNTUK kesekian kalinya, Pasar Senen di Jakarta Pusat ludes dilalap si jago merah. Kebakaran hebat bangunan pasar yang direvitalisasi lewat “Proyek Senen” pada 1960 ini, terjadi sejak Kamis (19/1/2017) sekira pukul 04.15 pagi yang menghanguskan sekira 1.012 kios.
Kamis tragis di mana pasar legendaris ini sudah berulang kali mengalami kebakaran besar. Puslabfor Mabes Polri pun menyatakan siap melakukan penyelidikan penyebab kebakarannya, kendati Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, sudah lebih dulu menerka bahwa penyebab kebakarannya karena korsleting listrik.
Dari berbagai informasi yang didapat soal kebakaran tersebut, salah satu pedagang di Pasar Senen, Kimung, mengaku sempat mendengar suara ledakan terlebih dulu yang berasal dari lantai lima Blok I dan II. Tempat di mana biasanya jadi area parkir mobil-mobil boks yang dipakai membawa stok barang pedagang.
Hingga berjam-jam kemudian, kebakaran di Pasar Senen belum juga bisa dipadamkan. Selain karena petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) kesulitan air, upaya pemadaman juga terkendala angin kencang.
Jelas para pedagang yang kemudian tahu kios-kiosnya turut dilalap api, histeris. Bahkan beberapa di antara mereka ngotot dan nekat masuk ke dalam bangunan demi menyelamatkan barang-barang dagangannya, meski dilarang petugas Damkar dan Polres Metro Jakarta Pusat.
(Baca: Dicegah Selamatkan Barang, Pedagang Pasar Senen Bersitegang dengan Polisi)