SALAH satu catatan hitam dalam sejarah Amerika Serikat dan Korea Utara terjadi pada 23 Januari 1968. Saat itu, Negeri Paman Sam berada di bawah pemerintahan Presiden Lyndon B Johnson.
Sepekan sebelum pasukan komunis Vietnam Selatan meluncurkan Serangan Tet, kapal pengumpul data intelijen AS USS Pueblo ditangkap oleh angkatan laut Korea Utara. Pemerintah Negeri Juche meyakini kapal tersebut sudah melewati batas kedaulatan wilayah dan bermaksud memata-matai.Demikian seperti dilansir dari History, Senin (23/1/2017).
Penyitaan kapal USS Pueblo berujung pada negosiasi panjang. Presiden Johnson dipaksa melakukan negosiasi hampir setahun lamanya demi membebaskan 83 awak kapalnya. Meski begitu, insiden ini sudah merusak kredibilitas dan kemantapan kebijakan luar negeri Johnson di mata publiknya.
Walaupun pemerintahan Johnson mati-matian membantah bahwa kapal tersebut dipakai untuk memata-matai Korut secara khusus. AS menjelaskan bahwa kapalnya hanya menjalankan tugas seperti biasa, mengumpulkan data intelijen rutin di perairan Jepang.