Sebagai balasannya, AS percaya bahwa penangkapan USS Pueblo adalah akal-akalan negara komunis. Sebab penyitaannya terjadi tepat sepekan sebelum serangan terbesar dari Perang Vietnam-AS.
Johnson mau tak mau menyelesaikan persoalan ini dengan jalur diplomatik. Pada Desember 1968, komandan kapal USS Pueblo, Kapten Lloyd Bucher diminta menandatangani pengakuan bersalah. Tuntutan yang ditolaknya mentah-mentah.
Taktik propaganda ini dimenangkan Korut. Pyongyang dengan senang hati memulangkan seluruh awak kapal USS Pueblo ke pelukan AS, termasuk seorang awak kapal yang meninggal.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.