Hingga saat ini, Wuryanto mengatakan masih terus dilakukan proses penyelidikan dari pihak terkait atas dugaan selundupan senjata itu.
Wuryanto menyayangkan mengenai pemberitaan yang mengaitkan dugaan selundupan senjata ini dengan satgas Unamid TNI. Padahal, di Sudan ada dua tim yang menjalani misi perdamaian di bawah bendera PBB.
"Inilah bentuk yang saya sampaikan. Saya sampaikan penjelasan terkait berita-berita itu. Mungkin media yang terdahulu dalam mengangkat informasi ini, tidak paham bahwa di Sudan itu ada dua satugas tugas di bawah PBB, seperti yang saya sampaikan tadi. TNI Unamid, dan dari kepolisian adalah FPU. Jelas saya kira," papar Wuryanto.
Bahkan demi menegaskan informasi tersebut, Wuryanto mengungkapkan telah melakukan komunikasi dan kordinasi dengan perwakilan TNI yang terkait, diantaranya, Komandan PMMP TNI Brigjen Marzuki, Komandan Sektor Unamid Brigjen TNI Nur Alamsyah dan Komandan satgas Yon Komposit TNI Konga XXXV-B Unamid di Darfur Letkol Inf Singgih Pambudi Arinto.
"Mereka semua menyatakan berita tersebut tidak benar dan satgas Unamid sampai saat ini masih melaksanakan tugas di Sudan sampai bulan Maret 2017 yang akan datang," tutup Wuryanto. (sym)
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.