CANBERRA – Hari Nasional Australia seharusnya dirayakan dengan meriah. Namun, sejumlah aksi unjuk rasa terjadi di beberapa kota, seperti Sydney, Melbourne, dan Canberra. Aksi unjuk rasa di Sydney bahkan berujung dengan kerusuhan setelah sejumlah orang berupaya membakar bendera Australia.
Unjuk rasa terjadi dengan tuntutan pemindahan Hari Nasional Australia. Sebab, 26 Januari dianggap sebagai peringatan invasi Inggris terhadap suku Aborigin, suku asli Negeri Kanguru. Wakil Perdana Menteri Australia Barnaby Joyce menuduh para pengunjuk rasa berupaya membuat negara merasa bersalah.
“Mereka sangat menyedihkan. Saya berharap mereka merangkak di bawah batu dan bersembunyi untuk sementara waktu,” ujar Joyce dalam siaran radio, mengutip dari Independent, Jumat (27/1/2017).
Mantan menteri Ian Macfarlane mengusulkan agar Hari Nasional Australia digeser dari 26 Januari menjadi 1 Maret. Sebab pada 1901, pemerintah federal Australia yang baru dibentuk, mengambil alih fungsi dari enam koloni Inggris. Pemindahan tersebut dianggap dapat menyembuhkan luka masa lalu.
Akan tetapi, Perdana Menteri Malcolm Turnbull menepis usulan tersebut. Barnaby Joyce menganggap debat pemindahan Hari Nasional Australia tersebut sebagai kebebasan yang kebablasan.
Tanggal 26 Januari dianggap sebagai hari berduka bagi suku asli Australia tersebut. Sebab pada 1878, rombongan pertama kapal Inggris tiba di New South Wales. Peristiwa tersebut menandakan invasi serta menjadi awal mula tersingkirnya suku Aborigin dari tanah mereka.
Gubernur New South Wales, David Hurley, menggunakan peringatan tersebut untuk memuji daya tahan suku-suku asli Australia. “Kami memahami bahwa hari ini 229 tahun lalu kedatangan Armada Pertama Inggris membawa dampak buruk bagi Anda, keluarga Anda, dan budaya Anda,” ujar Hurley.
Suku Aborigini kini hanya tersisa 3% dari total populasi Australia yang mencapai 24 juta orang. Mereka adalah etnis paling miskin di Australia. Suku Aborigin juga sering mengalami diskriminasi, kekurangan lapangan pekerjaan, dan mendapat layanan kesehatan yang buruk bila dibanding dengan warga Australia lain.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.