Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Biaya Pengobatan 'Manusia Kayu' Capai Setengah Miliar Rupiah

Agregasi Solopos , Jurnalis-Minggu, 29 Januari 2017 |15:33 WIB
Biaya Pengobatan 'Manusia Kayu' Capai Setengah Miliar Rupiah
Sulami, manusia kayu hanya bisa berbaring di tempat tidurnya (Foto: Antara)
A
A
A

SOLO - Sulami, perempuan penderita ankylosis spondylitis atau punggung bambu asal Selorejo, Mojokerto, Kedawung, Sragen, saat ini dirawat secara intensif di RSUD dr Moewardi, Solo.

Ditangani tujuh dokter spesialis, biaya pengobatan perempuan berusia 35 tahun ini diperkirakan mencapai Rp480 juta. Besarnya biaya yang mesti dikeluarkan untuk menangani Sulami ini terungkap setelah Kementerian Sosial melalui Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Hartono Laras, datang menjenguk, Sabtu 28 Januari 2017 siang.

Dalam kunjungan tersebut, ia sempat berdialog dengan tim dokter yang kemudian memaparkan kebutuhan biaya pengobatan warga Kedawung, Sragen, tersebut. “Kami mendapat laporan dari tim dokter soal kebutuhan biaya pengobatan Sulami ini hingga Rp480 juta, tapi itu baru hitungan kasar dan belum mendetail. Itu ditanggung BPJS, sementara Kemensos menjamin seluruh biaya pendukung baik untuk Sulami maupun untuk keluarga,” kata dia, seperti mengutip Solo Pos, Minggu (29/1/2017).

Besarnya biaya yang harus dikeluarkan ini lantaran ankylosis spondylitis merupakan penyakit yang sangat langka. Belum banyak pihak yang bisa mengatasi ini. Alhasil, penanganan penyakit ini bisa digunakan untuk objek penelitian.

Hartono menambahkan, RS Cipto Mangunkusumo dan RS dr Sarjito mengajukan diri untuk merawat Sulami. Akan tetapi, karena masih dalam tahap observasi, ia tetap ditempatkan di RSUD dr Moewardi.

Setelah ada penanganan lebih lanjut, baru tim dokter bisa memutuskan langkah berikutnya.  “Kebutuhan keluarga mesti diperhatikan. Mereka harus bolak-balik dari Sragen ke Solo. Keluarga butuh bantuan operasional untuk ini. Selama ini, ia hanya dirawat sang nenek yang sudah lanjut usia. Maka dari itu, Kemensos akan membantu ini,” ucapnya.

Bantuan itu untuk mendukung kebutuhan sehari-hari Sulami dan keluarga, seperti bantuan beras sejahtera (rastra) setiap bulan 15 kilogram, program keluarga harapan (PKH), bantuan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) senilai Rp15 juta, dan asistensi lanjut usia (aslut) senilai Rp200 ribu per bulan untuk sang nenek. Sementara terkait kesehatan, keluarga sudah mendapatkan jaminan kesehatan melalui program Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Di sisi lain, Kemensos mengapresiasi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang cukup sigap menangani Sulami dan keluarga yang termasuk kurang mampu ini. Setelah Sulami terpublikasi, sebenarnya di Sragen juga ditemukan kasus yang sama. Penyakit itu menimpa Rodiyah,  warga Watubuncu, Desa Jeruk, Kecamatan Miri.

Kondisi perempuan berusia 37 tahun itu cukup parah karena badan tidak bisa digerakkan, termasuk jari-jari tangan dan pergelangan kaki.  “Rodiyah akan dibawa ke RSUD dr Moewardi, Senin (30/1/2017). Kondisinya justru lebih parah daripada Sulami,” kata Tim Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tangen, Widowati.

(Ranto Rajagukguk)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement