Brexit Resmi Dimulai, PM Inggris Bahas Nasib Pengungsi dengan Uni Eropa

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Jum'at 03 Februari 2017 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 03 18 1608712 brexit-resmi-dimulai-pm-inggris-bahas-nasib-pengungsi-dengan-uni-eropa-8zO8lqnqw0.jpg Gelombang pengungsi dari kawasan Mediterania melarikan diri ke Uni Eropa. (Foto: AP)

LONDON - Proses resmi keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) segera dimulai. Meski demikian, Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May nampaknya tidak melupakan nasib para pengungsi di negaranya.

Hari ini May dijadwalkan menyampaikan sikap Inggris untuk terus membantu krisis migran di Eropa meski sudah resmi keluar dari unifikasi. Ia memiliki agenda pembicaraan bilateral dengan beberapa pemimpin negara-negara Uni Eropa di Malta. ITV, Jumat (3/2/2017) menyebut, May menginginkan hubungan yang 'baru, positif dan konstruktif' dengan Uni Eropa seraya tetap menjadi mitra yang dapat diandalkan pasca-Brexit.

Pertemuan di Ibu Kota Malta, Valetta, tersebut akan menjadi kesempatan pertama May untuk mendiskusikan Brexit secara privat setelah ia menyampaikan proposal resmi dan Parlemen Inggris mulai mempertimbangkan boleh tidaknya May memulai pelaksanaan Pasal 50. Fokus utama pertemuan itu adalah perhitungan untuk menangani krisis migran di kawasan Mediterania.

Dalam pernyataan resminya, Kantor Pemerintahan PM Inggris, Downing Street, melaporkan, May terlibat dalam isu tersebut sejak menjabat sebagai menteri dalam negeri. May menegaskan, isu pengungsi akan tetap mendapat perhatian besar dirinya.

"Selama diskusi, PM May akan menekankan bahwa migrasi telah menjadi prioritas politiknya selama di pemerintahan - dan akan terus begitu," ujar seorang juru bicara.

Perdana Menteri Inggris Theresa May. (Foto: PA)

Di antara target May adalah mencoba mencegah para imigran menjadikan Eropa sebagai negara tujuan pertama. Caranya, dengan mendukung para pengungsi untuk tetap di dekat rumah mereka dan menghalangi pengungsi memaksakan diri menyeberang dengan cara-cara berbahaya. Pendekatan May juga melibatkan pemulangan kembali semua pengungsi yang tiba di Eropa.

Dalam pertemuan itu, May juga akan melaporkan kabar terakhir pasca-pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pekan lalu. May menegaskan, Trump 100 persen akan mendukung NATO.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini