Menduduki kursi gubernur Harrison menyusun beberapa perjanjian sepihak yang membatasi suku asli Amerika terkait kepemilikan tanah. Dalam salah satu poin perjanjiannya disebutkan pemerintah menyanggupi membayar hanya satu sen untuk dua hektar tanah. Hal tersebut membuat Amerika memiliki tanah luas dengan harga murah yang kemudian dibangun pemukiman untuk warga kulit putih.
Pada 1795, Harrison menikah dengan seorang perempuan bernama Anna Tuthill Symmes dan kemudian dikaruniai sembilan orang anak, termasuk anak tiri Harrison dari hasil pernikahan Anna sebelumnya. Tepat sebelum Harrison berkampanye menjadi calon presiden, enam dari delapan anaknya meninggal dunia.
Berbekal karir militer dan politik yang cemerlang, Harrison kemudian dikirim sebagai perwakilan duta besar AS untuk Kolombia. Barulah pada 1840, ia mencalonkan diri sebagai presiden dan menggandeng John Tyler sebagai wakil presiden. Setelah mendapat kemenangan pada 1841 , Harrison kemudian menyampaikan pidato inagurasinya di kantor Kongres Amerika Serikat, di Washington DC.
Di tengah cuaca yang sangat dingin, Harrison menyampaikan pidatonya selama 1 jam 45 menit. Diduga akibat terlalu lama berpidato di cuaca dingin, Harrison kemudian terserang pneumonia. Beberapa catatan sejarah menunjukkan dokter pribadi Harrison kala itu meresepkan obat pneumonia dan obat penyakit hepatisis pada sang presiden.
Harrison kemudian meninggal pada 4 April 1841. Ia meninggalkan istrinya Anna bersama tiga orang anaknya yang tersisa. Kemudian cucunya, Benjamin Harrison mengikuti jejak karir politiknya dan menjadi Presiden AS ke-23 pada 1889 hingga 1893. (rav)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.