ALLA Ilyinichna Levushkina bekerja sejak pukul 08.00. Ia menemui pasien di klinik, lalu masuk kamar operasi mulai pukul 11.00. Dalam seminggu, empat hari ia habiskan untuk mengoperasi pasien.
Kerjanya masih cekatan. Namun, yang membedakan adalah usianya. Alla kini berumur 89 tahun. Ia pun diklaim sebagai dokter bedah tertua di dunia.
Alla bersiap melakukan operasi. (Foto: Barcroft Media)
Perawakannya mungil. Tingginya saja hanya sekira 146 cm. Saat beraksi di meja operasi, ia berdiri di kursi kecil agar mendapatkan sudut pandang terbaik atas pasiennya.
Sebuah unggahan di Facebook mengungkap bahwa Alla berasal dari Ryazan, bagian tenggara Moskow, Rusia. Saat ini Alla berdinas di Rumah Sakit Nomor 11 di Ryazan. Selama 67 tahun karier medisnya, Alla sudah mengoperasi lebih dari 10 ribu pasien.
Meski konsisten menjalani karier sebagai dokter bedah, ternyata Alla sempat memilih geologi sebagai bidang yang ingin ditekuninya. Seperti dilaporkan surat kabar Rusia, Kommersant, dan dinukil dari The Sun, Jumat (10/2/2017), Alla terinspirasi menjadi ahli bedah setelah membaca novel tentang kehidupan para dokter. Ia lalu memilih Moscow Medical Institute sebagai almamaternya.
Kala itu persaingan untuk menjadi mahasiswa di kampus tersebut amatlah ketat. Nyatanya, hal itu justru membuat tekad Alla makin bulat.
Alla saat mengoperasi pasien. (Foto: Barcroft Media)
Alla memilih proktologi sebagai spesialisasinya. Ini adalah bidang kedokteran yang menangani berbagai gangguan pada usus dan rektum(dubur).
Menurut Alla, saat memulai studi, hanya sedikit proktologis di Rusia. Dan di saat yang sama, tidak ada orang yang mau mengurusi bidang tersebut karena amat kotor. Tetapi, alasan itu tak menjadi penghalang bagi Alla.
Tak hanya saat ujian masuk, masa kuliah Alla pun amat berat dan penuh perjuangan.
"Sekali dalam sebulan, mahasiswa kedokteran beruntung bila bisa mendapatkan sebotol alkohol. Kami akan pergi ke pasar dan menukarnya, setengah liter untuk satu papan roti," ujarnya.
Alla di ruang operasi. (Foto: Getty Images/The Sun)
Ia menambahkan, para mahasiswa kedokteran mampu bertahan hidup karena saling berbagi dengan apa yang mereka punya. Orangtua Alla, yang juga sering kekurangan bahan makanan, mengirimi beberapa butir kentang dari kampung halamannya di Ryazan. Mahasiswa lain berbagai salo (lemak babi) dan beras.
"Saya ingat ada seorang teman membawa sepotong daging. Itu amat menakjubkan! Kami makan dari kiriman itu selama seminggu, membuat sup dan menggerogoti tulangnya hingga mengkilap. Itu cara kami bertahan," imbuhnya.
Alla akan berusia 90 tahun pada 5 Mei. Namun tak pernah sedetik pun ia terpikir untuk pensiun.
"Menjadi dokter bukan hanya soal profesi. Ini jalan hidup. Untuk apa lagi ahli bedah hidup jika bukan bekerja?" tukasnya.
Alla Ilyinichna Levushkina. (Foto: Barcroft Media)
Tak pernah menikah dan tidak memiliki anak, Alla tinggal di sebuah apartemen kecil. Ketika tidak sedang bekerja, Alla membantu keponakannya yang berkebutuhan khusus.
Sebagai penghormatan atas loyalitas Alla pada pekerjaannya, belum lama ini ia dianugerahi penghargaan sebagai dokter terbaik di Rusia.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.