PULAU Belitung tak dimungkiri kian populer berkat Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata pada 2005 yang mengisahkan humanisme 10 bocah dari keluarga miskin. Setelah itu, pariwisatanya berkembang pesat dan jadi alternatif yang tak kalah memesona dari Bali atau Lombok.
Namun tahukah Anda bahwa Belitung yang kini dikenal dengan sebutan “Negeri Laskar Pelangi” juga punya tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam sejarah bangsa? Salah satunya tokohnya diabadikan sebagai nama bandara kalau kita hendak pelesiran ke Belitung.
Ya, Bandara H AS Hanandjoeddin di Kota Tanjung Pandan tentunya. Selain penamaan, di dekat pintu keluar bandara ini juga ada patung beliau. Makamnya pun tak jauh dari bandara yakni di Taman Makam Pahlawan Kesatria Tumbang Ganti di Jalan Jenderal Sudirman, Tanjung Pandan.
Di masa mudanya setelah melewati masa kecil yang sulit, Anan –sebutan singkat Hanandjoeddin– pernah mengais nafkah di tambang timah, bauksit, hingga merantau ke Malang, Jawa Timur, sebagai montir pesawat Jepang.
Masa kemerdekaan pasca-Proklamasi 17 Agustus 1945 membuatnya turut ikut revolusi fisik sebagai perwira Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) yang berbasis di Malang. Sepulangnya dari masa perang, Hanandjoeddin sempat jadi Bupati periode 1967–1972.