Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gagahnya Kapal Perang KRI Irian yang Tinggal Kenangan

Randy Wirayudha , Jurnalis-Jum'at, 17 Februari 2017 |07:27 WIB
Gagahnya Kapal Perang KRI Irian yang Tinggal Kenangan
KRI Irian (Foto: Wikipedia)
A
A
A

BELAKANGAN TNI AL mulai punya beberapa alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru. Mulai dari rudal-rudal canggih berbagai jenis, hingga kapal-kapal perang.

Sejak 2014, TNI AL yang bertugas mengawal bahari nusantara, mulai diperkuat tiga kapla perang kelas korvet baru, yakni KRI Bung Tomo (357), KRI John Lie (358) dan KRI Usman Harun (359). Plus dua kapal perang kelas frigat, KRI RE Martadinata (331) dan KRI Ngurah Rai (332).

Untuk KRI RE Martadinata, sudah diterima TNI AL sejak Januari 2017 lalu meski belum “ditugaskan” secara resmi. Sementara KRI Ngurah Rai masih dalam penyelesaian. Keduanya akan bergabung mengawal NKRI dengan enam frigat lainnya yang sudah lebih dulu dimiliki TNI AL.

Tapi bicara kekuatan TNI AL, tentu benak kita akan dipenuhi romansa akan kenangan KRI Irian. Kapal perang terbesar yang pernah dimiliki Indonesia dari kelas light cruiser alias penjelajah ringan yang dibeli dari Uni Soviet pada 1962.

Pembeliannya tak lepas dari peralihan perhatian Indonesia ke blok timur, pasca-merasa ‘dicuekin’ Amerika Serikat kala itu. Namun hingga kini belum ada data jelas berapa rupiah rezim Presiden Ir Soekarno menggelontorkan dana untuk membeli kapal perang terbesar di Asia pada masa itu.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement