Image

Mengenal Panglima Burung, Sosok Gaib Pemersatu Suku Dayak Kalimantan

Sigit Dzakwan, Jurnalis · Jum'at, 24 Februari 2017 - 16:08 WIB
Warga Dayak Landak saat Karnaval Khatulistiwa 2015 di Pontianak, Kalbar (Antara) Warga Dayak Landak saat Karnaval Khatulistiwa 2015 di Pontianak, Kalbar (Antara)

KATINGAN - Kabar pernikahan gaib Panglima Burung dengan titisan Nyi Roro Kidul bernama Sri Baruno Prameswari bikin heboh. Acara yang akan berlangsung di Telok, Katingan, Kalimantan Tengah, pada 28 Februari 2017, menyedot perhatian banyak orang. Siapa sebenarnya Panglima Burung?

Ketua DPRD Katingan, Ignatius Mantir L Nusa mengatakan, Panglima Burung atau Pangkalima merupakan sosok yang melekat bagi orang Dayak meski secara wujudnya tak terlihat. Panglima Burung merupakan tokoh mitos yang melegenda.

Di kalangan suku Dayak, Kalimantan, sosok legendaris itu dipercayai sebagai tokoh pelindung dan pemersatu, bisa turun kapan saja dalam wujud nyata untuk member pertolongan kepada masyarakat.

"Warga Dayak mempercayai Panglima Burung tinggal di daerah gaib pedalaman Kalimantan dan mengawasi seluruh kehidupan Suku Dayak di Kalimantan,” kata Mantir kepada Okezone, Jumat (24/2/2017).

“Panglima Burung akan turun sewaktu-waktu dalam bentuk seutuhnya atau merasuki seseorang untuk menolong apabila suku Dayak sedang dalam posisi terancam, teraniaya, atau hendak melakukan peperangan. Ini percaya tidak percaya," lanjut tokoh masyarakat Katingan.

Menurutnya, Panglima Burung digambarkan sebagai tokoh yang memiliki sifat serta karakter sebagai orang Dayak sejati yaitu cinta damai, mengalah, suka menolong, pemalu, sederhana, tapi akan berubah kejam dan gagah berani ketika posisi mereka terancam.

"Biasanya masyarakat Dayak melakukan ritual khusus untuk memanggil Panglima Burung. Panglima Burung mencuat nama dan sebutannya ketika terjadi kerusuhan Sampit dan kerusuhan Sambas kala itu," tambah dia.

Dalam cerita rakyat, Panglima Burung juga dipercaya memiliki ilmu kanuragan atau bakaji. Untuk mendapatkan ilmu tersebut, sesorang harus selalu dekat dengan alam dalam keheningan melalui ritual balampah.

Seorang yang bakaji juga umumnya rendah hati, ia tidak akan memerkan ilmunya.

"Sebab kekuatan yang ia dapat hanya digunakan ketika saat genting terjadi. Jadi seorang pemimpin dayak adalah seorang yang memiliki kehidupan spiritual yang baik dan tercermin didalam hubungannya dengan alam dan kerendahan hatinya," tutur Mantir.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming