JAKARTA - Memiliki tiga istri, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, dikaruniai 13 anak. Salah satu putranya tercatat sebagai astronot Arab dan Muslim pertama di dunia.
Ia adalah Pangeran Sultan bin Salman. Putra kedua dari istri kedua Raja Salman, Fahda binti Falah bin Sultan Al Hithalayn itu mengorbit ke luar angkasa menumpang kapal ulang alik Discover pada Juni 1985. Merangkum Arab News dan Daily Mail, Selasa (28/2/2017), Pangeran Sultan menempuh jarak 3 juta mil dalam tujuh hari, satu jam, 38 menit dan 52 detik. Tak hanya orang Arab Saudi pertama, ia juga merupakan pria pertama, muslim pertama dan anggota kerajaan pertama yang terbang ke luar angkasa.
Kala itu, 17 Juni 1985, kapal ulang alik NASA Discovery meninggalkan orbit sekira 380 kilometer di atas bumi dalam misi STS-51G. Momen itu amat bersejarag, tak cuma bagi pangeran Arab Saudi yang masih muda, tetapi juga bagi semua rakyatnya.
"Kita menyadari betapa kecil diri kita, dan betapa kita hanya sebutir debu di alam semesta," ujar Pangeran Sultan saat diwawancara The National, pada 2008.
Pangeran Sultan menempati kursi nomor tujuh dalam pesawat ulang alik tersebut. Ia bergabung dalam tim bersama Komandan
Daniel C. Brandenstein, pilot John O. Creighton, spesialis misi Shannon W. Lucid, John M. Fabian, Steven R. Nagel dan Patrick Baudry. Sementara itu beberapa kru cadangan adalah Jean-Loup Chretien dan pilot pesawat tempur F-15 Arab Saudi, Abdulmohsen Al-Bassam.
"Jika ada yang mengatakan bahwa mereka tidak takut terbang ke luar angkasa, maka mereka berbohong. Saya berdoa sepanjang waktu. Momen paling menegangkan adalah saat mulai lepas landas dan mendarat," imbuh Sultan, masih kepada The National.
Selama tujuh hari menjalankan misi, Pangeran Sultan terlibat dalam berbagai tugas. Banyak satelit ditempatkan ke orbitnya, termasuk satelit milik Arab Satellite Communications Organization, ARABSAT-1B. Satelit tersebut diluncurkan seiring pesawat ulang alik berlayar pada ketinggian 380 kilometer di atas bumi. Ia kemudian didorong hingga menempati orbitnya sekira 38 ribu kilometer di atas planet bumi.
Di antara penelitian yang ikut dijalani Pangeran Sultan dalam misi itu adalah mengobservasi bumi, percobaan ionisasi gas dan riset lainnya yang diminta oleh King Fahd University of Petroleum and Minerals. Beragam penelitian tersebut dimaksudkan mengumpulkan pengetahuan tentang partikel gas pada permukaan solid.
Pangeran Sultan juga merupakan orang pertama yang menjalankan ibadah salat dan membaca Alquran di gravitasi nol.
Misi Discovery STS-51G sukses. Pesawat dan para krunya mendarat kembali di bumi pada 24 Juni 1985, di Edwards Air Force Base di California.
Meski telah berselang tiga dekade, dampak perjalanan sang pangeran amat terasa bagi banyak orang di Arab Saudi. Bahkan, keberhasilan Pangeran Sultan menjadi inspirasi banyak anak muda Saudi tentang pentingnya sains, pengetahuan dan luar angkasa. Tak sedikit pula yang terinspirasi dalam memilih jalan kariernya.
Pangeran Sultan sendiri turut andil dalam mengubah persepsi Sheikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz tentang alam semesta. Mufti Besar Arab Saudi yang meninggal pada 1999 itu memiliki banyak pandangan kontroversial, termasuk pemikiran bahwa bumi adalah datar. Tetapi setelah berbicara dengan Pangeran Sultan, sang mufti yang mengalami kebutaan pada usia 40 tahun mengubah pandangannya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)