KUALA LUMPUR – Mantan Wakil Duta Besar Korea Utara (Korut) untuk PBB, Ri Tong-il, mengklaim Kim Jong-nam meninggal dunia akibat serangan jantung, bukan karena racun gas saraf VX. Pernyataan tersebut dibuatnya saat menjejakkan kaki di Malaysia sebagai utusan khusus dari Pyongyang.
“Kami mendapat informasi bahwa Kim Chol menderita penyakit jantung dan tidak fit untuk bepergian tanpa obat-obatan pribadinya,” ucap Tong-il di Kedutaan Besar Korut di Kuala Lumpur, mengutip dari The Star, Kamis (2/3/2017).
Ia mengidentifikasi jenazah yang disimpan di lemari pendingin adalah Kim Chol, bukan Kim Jong-nam, kakak tiri Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-ul. Ri Tong-il juga mengklaim pemeriksaan post-mortem oleh otoritas Malaysia menunjukkan pria berusia 46 tahun itu meninggal dunia akibat serangan jantung.
“Obat-obatan untuk penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi juga ditemukan di antara barang-barang milik almarhum,” tukas Ri. Namun, otoritas Malaysia sempat menyatakan bahwa tidak ada bukti-bukti yang menunjukkan jika Kim Chol atau Kim Jong-nam meninggal dunia akibat serangan jantung.
Ia malah balik menuding bahwa klaim penggunaan gas saraf VX untuk pembunuhan adalah tipu muslihat yang digunakan oleh Korea Selatan (Korsel) untuk mengalihkan perhatian dunia dari skandal Presiden Park Geun-hye. Ia mendesak agar komunitas internasional meminta penjelasan kepada Negeri Ginseng terkait penggunaan gas saraf VX tersebut.
Ia kemudian mempertanyakan bagaimana bisa dua terduga pelaku Siti Aisyah dan Doan Thi Huong dapat selamat jika terpapar gas saraf VX yang dibawa dengan tangan kosong. Ri Tong-il juga heran mengapa dari puluhan ribu orang di Bandara Internasional Kuala Lumpur tidak ada satu pun yang terkena dampak racun yang dikategorikan sebagai senjata pemusnah massal itu.
“VX dikenal karena sangat beracun. Itu bahkan dikategorikan sebagai senjata kimia dan setiap korban sudah dikutuk untuk mati. Jika benar VX digunakan, sampel harusnya dikirim ke Organisasi Senjata Kimia Terlarang untuk diuji. Mereka seharusnya menyelidiki bagaimana bisa racun itu dibuat dan masuk ke Malaysia,” ujar Ri Tong-il.
Ia mengatakan, delegasi Korut yang terbang ke Malaysia akan terus meminta akses untuk melihat jenazah korban. Ri Tong-il juga meminta warga Korut yang sedang ditahan, Ri Jong-chol, agar segera dibebaskan. Ia turut meminta untuk dipertemukan dengan Jong-chol, Siti Aisyah, dan Doan Thi Huong.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.