PYONGYANG - Pasca-tewasnya kakak tiri penguasa Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, Kim Jong-nam berbagai spekulasi pun muncul termasuk siapa dalang pembunuhan tersebut. Tanpa ragu, Pemerintah Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) langsung menuding Korut sebagai dalang pembunuhan.
Sebagaimana dilansir Asia Correspondent, Jumat (3/3/2017), pihak Korut dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menyebut tudingan tersebut tidak masuk akal serta tak berdasar. Mereka meyakini, bahwa tudingan itu bertujuan untuk memperburuk citra Korut di mata dunia.
Sebelumnya, Kim Jong-nam tewas di racun menggunakan racun maut VX di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Untuk diketahui racun VX sendiri merupakan bahan kimia yang diklasifikasikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai senjata pemusnah massal.
Otoritas Malaysia kemudian menahan dua perempuan yang diduga menjadi pelaku pembunuhan Kim Jong-nam yaitu Siti Aisyah asal Indonesia dan Doan Thi Huong asal Vietnam.
Kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA) menyebutkan, bahwa kedua perempuan terduga pelaku tersebut sempat beberapa kali mengunjungi Korsel di masa lalu. KCNA juga melaporkan, 'sangat mungkin' bahwa Seoul lah yang mengintruksikan Siti dan Doan untuk membunuh Kim Jong-nam dengan racun VX. Masih menurut KCNA, pihak AS telah menyuplai Korsel dengan berbagai macam senjata berupa bahan kimia.
"Ini menjadi fakta yang sulit. Pihak AS dan Korsel telah menunjukkan sikap anti terhadap Republik Demokratik Rakyat Korea dengan kampanye negatif. Lalu melontarkan tudingan yang tak berdasarkan dan membesar-besarkannya," tulis keterangan berita KCNA. (rav)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.