MANA lebih dulu, ayam atau telur? Ini merupakan pertanyaan klasik, tetapi sejak ribuan tahun lalu sampai sekarang masih juga menyenangkan untuk diperdebatkan.
Cara mudah menjawabnya adalah berdasarkan alfabet. Maka ayam yang lebih dulu, karena dalam bahasa Indonesia A adalah huruf pertama, sementara telur muncul belakangan.
Tetapi metode ini jelas tidak menjawab pertanyaan sesungguhnya. Karena dalam bahasa lain, seperti Inggris, Hen (ayam betina) muncul setelah Egg (telur).
Sebelum menjawabnya secara ilmiah, mari kita cari tahu lebih dulu asal usul pertanyaan aneh ini.
Usut punya usut, pertanyaan tersebut pertama kali dipopulerkan pada zaman Yunani Kuno. Seorang filsuf terkenal bernama Aristoteles mencetuskan pertanyaan tersebut.
Adalah Francois Fenelon pada 1825 membuat terjemahan pandangan Aristoteles itu dalam bahasa Inggris. "Adakah sebuah telur memberi permulaan kehidupan bagi seekor burung, atau yang ada adalah seekor burung memulai keberadaan telur, mengingat burung lahir dari telur," demikian seperti dikutip dari Time, Jumat (24/3/2017).
Sayangnya murid Plato sekaligus guru Alexander The Great itu terkesan mengelak dengan jawabannya. Dia hanya menyimpulkan bahwa keduanya bergerak maju mundur tak terhingga dan selalu ada.