Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Naudzubillah, Lima Orang Ini Selalu Sial dalam Hidupnya

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Jum'at, 24 Maret 2017 |15:01 WIB
<i>Naudzubillah</i>, Lima Orang Ini Selalu Sial dalam Hidupnya
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

UNTUNG tidak dapat diraih, malang tidak dapat ditolak. Demikian peribahasa umum yang berlaku di Indonesia. Kemalangan atau kesialan tidak pernah dapat diprediksi sebelumnya. Begitulah yang terjadi kepada lima orang berikut yang dicuplik dari Wonderslist, Sabtu (25/3/2017):

1. Jason dan Jenny Cairns-Lawrence

Liburan seharusnya menjadi waktu yang menyenangkan bagi para pelakunya. Akan tetapi, pasangan suami istri (pasutri) asal Inggris ini malah mengalami kesialan tiga kali beruntun ketika memutuskan untuk berlibur.

Kesialan bermula ketika pasutri itu berlibur ke New York, Amerika Serikat (AS), pada September 2001. Keduanya menjadi saksi mata dalam tragedi pengeboman menara kembar World Trade Centre (WTC) atau yang dikenal dengan tragedi 9/11. Setelah menyaksikan tragedi tersebut, keduanya memutuskan untuk tidak pernah lagi menginjakkan kaki di tanah Negeri Paman Sam.

Kesialan kedua terjadi ketika pasutri itu memutuskan untuk berlibur di Ibu Kota London. Lagi-lagi keduanya menjadi saksi atas serangan bunuh diri di kereta bawah tanah London pada 7 Juli 2005.

Kemalangan pasutri itu tidak berhenti sampai di sana. Untuk ketiga kalinya, pasutri Jason dan Jenny Cairns-Lawrence berlibur. Kali ini mereka memutuskan untuk pelesir ke Mumbai, India. Dasar sial, mereka terjebak dalam serangan teroris di Mumbai pada 26 November 2008 yang menewaskan lebih dari 160 orang.

2. Frane Selak

Frane Selak pertama kali selamat dari kecelakaan pada Januari 1962 ketika sedang bepergian dari Sarajevo ke Dubrovnik. Rangkaian kereta api yang ditumpanginya menabrak sungai es dan menewaskan 17 orang, tentu saja kecuali dirinya. Frane Selak hanya mengalami luka ringan.

Setahun berikutnya, ia kembali lolos dari maut setelah pintu pesawat yang ditumpanginya meledak. Frane Selak terlempar ke luar pesawat, tetapi berhasil selamat dan hanya menderita luka ringan karena mendarat di atas tumpukan jerami. Insiden tersebut menewaskan 19 orang.

Tiga tahun kemudian, ia kembali selamat dari kecelakaan bus. Pada 1970, Frane Selak berhasil keluar dari mobilnya yang sudah diselimuti api karena kerusakan pada tangki bahan bakar. Pada 1973, mobilnya yang lain kembali terbakar dan lagi-lagi ia selamat.

Ia sempat ditabrak sebuah bus kota pada 1995, tetapi tetap belum dijemput oleh ajal. Setahun kemudian, mobil yang dikendarainya terjerumus ke jurang karena menghindari sebuah truk dari arah berlawanan. Frane Selak mendarat di atas sebuah batang pohon, sementara mobilnya terjatuh ke dasar jurang dan meledak.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement