Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KISAH: Pastor yang Tetap di Kapal Titanic saat Tenggelam di Lautan Es

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Sabtu, 08 April 2017 |08:03 WIB
KISAH: Pastor yang Tetap di Kapal Titanic saat Tenggelam di Lautan Es
Pastor Thomas Byles yang disebut sebagai Martir Gereja Katolik dalam kecelakaan tenggelamnya Kapal Titanic (Foto: Vintage News)
A
A
A

KISAH tenggelamnya kapal Titanic di Samudera Atlantik selalu menarik untuk dibahas. Jika Anda pernah menonton film ‘Titanic’ besutan sutradara James Cameron, ada sebuah adegan di mana seorang pendeta yang dikerumuni oleh orang-orang saat kapal hendak tenggelam.

Film tersebut kabarnya adalah adaptasi berdasarkan kisah nyata. Memang benar ada seorang pemuka agama di atas kapal tersebut. Namanya adalah Pastor Thomas Byles asal Leeds, Inggris. Serupa dengan kisah pendeta di film tersebut, pria kelahiran 26 Februari 1870 itu juga tewas dalam kecelakaan tersebut.

Terlahir dengan nama Roussel Davids Byles, Thomas adalah anak tertua dari tujuh bersaudara pasangan Pendeta Alfred Holden Byles dan istrinya. Ia menempuh pendidikan di Leamington College and Rossall School di Fleetwood, Lanchashire pada 1889. Ia begitu tertarik pada bidang matematika, sejarah modern, dan teologi.

Pembelajaran teologi di Balliol College, Oxford, membuatnya tertarik pada ajaran iman Katolik. Roussel Davids Byles kemudian dibaptis sebagai seorang Katolik pada 23 Mei 1894 di Gereja Santo Aloysius, Oxford, dan diberi nama baptis Thomas.

Pada 1899, ia meninggalkan Inggris menuju Roma, Italia, untuk menempuh pendidikan sebagai seorang pastor. Ia kemudian dibaptis sebagai seorang pastor pada 15 Juni 1902. Pastor Thomas Byles menetap serta bertugas di Roma selama beberapa bulan sebelum kembali ke Inggris pada 1903 dan ditugaskan di Gereja Santa Helen di Essex. 

Adiknya, William, meminta agar Pastor Thomas Byles memberkati pernikahannya. William mengundang kakaknya itu untuk pergi ke New York, Amerika Serikat (AS), tempatnya menetap. Pastor Thomas setuju dan pergi ke Pelabuhan Southampton untuk menumpang kapal RMS Titanic menuju AS.

Pastor Thomas Byles memegang tiket untuk kelas dua. Dalam perjalanannya, ia membawa batu altar portabel dan seragam pastor. Pastor Thomas Byles secara khusus meminta izin kepada Kapten Edward Smith untuk menggunakan sebuah ruangan untuk misa bagi para penumpang.

Selama pelayaran, Pastor Thomas Byless mendengar sejumlah pengakuan dosa dari para penumpang di samping mengadakan misa. Pada 14 April 1912 pagi, ia mengadakan misa bagi para penumpang kelas dua dan tiga. Di hari yang sama 11 jam kemudian, Titanic menabrak gunung es.

Thomas Byles sedang berada di dek atas saat insiden terjadi. Ia kemudian turun serta memandu penumpang di kelas tiga untuk menuju kapal sekoci. Thomas Byles menolong seorang perempuan dan anaknya memanjat sekoci.

Selama kapal tenggelam perlahan-lahan, Pastor Thomas Byles mendengar pengakuan dosa para penumpang sebelum ajal menjemput mereka. Ia juga menenangkan para penumpang yang panik. Bahkan, ia bernyanyi lagu rohani bersama para penumpang yang tidak dapat naik ke kapal sekoci.

Setelah sekoci terakhir meninggalkan Titanic, ia pergi ke altar buatan dan mulai melafalkan doa Rosario. Sejumlah besar orang kemudian berlutut di sekitarnya sambil berdoa memohon pengampunan. Thomas Byles menyatakan dosa-dosa mereka telah diampuni dan terus bersama mereka sampai akhir.

Pada 15 April 1912 sekira pukul 02.20 waktu setempat, Kapal Titanic tenggelam sepenuhnya setelah terombang-ambing selama 2 jam 40 menit. Sang pastor pemberani, bersama sekira 1.500 orang lainnya, menghilang ditelan Samudera Atlantik.

Para penyintas memberikan penghormatan bagi Pastor Thomas Byles. Pernikahan William Byles dengan istrinya berlangsung tanpa sakramen yang diberikan Thomas. Tetapi, pasangan tersebut tetap memberikan penghormatan. William dan istrinya menghadiri misa requiem (misa arwah) bagi Pastor Thomas Byles. Keduanya lalu pergi ke Roma menemui Paus Pius X yang kemudian memproklamirkan Thomas Byles sebagai martir bagi Gereja Katolik.

Sutradara film Titanic, James Cameron, terinspirasi atas kisah Pastor Thomas Byles. Namanya memang tidak muncul di film, tetapi ada adegan yang menunjukkan aksi Thomas Byles di menit-menit terakhir hidupnya.

(Wikanto Arungbudoyo)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement