WASHINGTON – Warga Mesir tengah berduka setelah dua gereja umat Kristen Koptik dihantam ledakan pada Minggu 9 April 2017 siang waktu setempat. Sedikitnya 45 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka dalam insiden tersebut.
Pemimpin Tertinggi umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, menyatakan dukacita bagi keluarga korban. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang beberapa waktu lalu dikunjungi oleh Presiden Mesir Abdul Fattah el Sisi turut menyampaikan belasungkawa.
“Sangat sedih mendengar serangan teror di Mesir. AS mengutuk keras serangan tersebut,” kicau Presiden AS Donald Trump lewat akun Twitter, Senin (10/4/2017).
Politikus Partai Republik itu yakin bahwa Mesir dapat melalui situasi tersebut. Secara khusus, Donald Trump percaya diri bahwa rekannya, Abdul Fattah el Sisi dapat menangani insiden dua ledakan di gereja Kristen Koptik Mesir tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Saya percaya sepenuhnya bahwa Presiden el Sisi dapat menangani situasi tersebut dengan baik,” sambung kicauan Donald Trump.
Presiden Mesir Abdul Fattah el Sisi langsung menerbitkan status darurat untuk tiga bulan ke depan usai melakukan pertemuan dengan Dewan Keamanan di Istana Kepresidenan. Status tersebut masih membutuhkan persetujuan parlemen. Namun, mayoritas legislator yang mendukung el Sisi membuat persetujuan tersebut terkesan formalitas belaka.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.