Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dunia Kompak Kecam Serangan Bom di Gereja Mesir

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 10 April 2017 |20:01 WIB
Dunia Kompak Kecam Serangan Bom di Gereja Mesir
Seorang jemaat Gereja St. George di Tanta, Mesir setelah tempat ibadahnya dihantam serangan bom pada 9 April 2017. (Foto: Mohamed Abd el Ghani/Reuters)
A
A
A

KAIRO - Simpati dan reaksi dari dunia internasional mengalir ke Mesir setelah ledakan bom mengguncang dua gereja Kristen Koptik dan menewaskan puluhan orang pada Minggu, 9 April. Insiden kali ini adalah serangan terparah yang terjadi di Mesir dalam beberapa tahun terakhir.

Para pemimpin dunia dan tokoh agama bereaksi dengan menyatakan kecamannya terhadap serangan tersebut dan rasa belasungkawa untuk para korban. Kementerian Kesehatan Mesir melaporkan jumlah korban tewas dalam kedua ledakan itu mencapai 45 orang dengan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.

Pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus mengutuk keras pengeboman tersebut sekaligus mengingatkan kepada umatnya bahwa dunia sedang menderita akibat perang. Paus Fransiskus yang dijadwalkan mengunjungi Mesir pada 28-29 April berharap para pelaku teror dan penyebar kekerasan dapat berubah dan meninggalkan apa yang mereka lakukan.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan rasa belasungkawanya untuk rakyat Mesir sekaligus memberikan dukungan kepercayaan kepada Presiden Mesir Abdel Fattah el Sisi. Trump yang juga mengutuk serangan tersebut mengatakan dirinya yakin Presiden Sisi dapat menangani situasi di negaranya dengan baik.

Pernyataan senada disampaikan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud yang mendoakan agar keluarga para korban yang tewas diberikan kesabaran dan keikhlasan, sedangkan bagi korban luka agar segera mendapatkan kesembuhan. Pelayan Dua Kota Suci itu menegaskan dukungan Arab Saudi kepada Mesir dalam menghadapi situasi ini.

Kecaman lebih keras disampaikan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib  Razak yang menyebut ledakan di Kota Tanta dan Alexandria itu sebagai serangan pengecut yang menjijikkan. Lebih lanjut, Najib mengatakan, serangan itu menjadi pengingat akan bahaya dan ancaman yang ditimbulkan dari ekstremisme.

Tidak hanya dari luar negeri, dari dalam negeri, rakyat Mesir pun memberikan bantuan dan simpati kepada para korban ledakan bom. Di Kota Tanta yang menjadi lokasi ledakan bom, warga ramai-ramai menyumbangkan darahnya untuk membantu tim medis menolong para korban.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement