SEOUL – China dan Korea Selatan (Korsel) sepakat untuk menjatuhkan sanksi yang lebih berat kepada Korea Utara (Korut) jika negara itu melakukan uji coba nuklir atau rudal jarak jauh. Kesepakatan itu dicapai kedua negara dalam pertemuan antara Kepala Utusan Nuklir Korsel, Kim Hyong-kyun dengan Utusan Khusus China, Wu Dawei di Seoul pada Senin, 10 April.
Korut akan memperingati beberapa peristiwa penting bulan ini dan seringkali kesempatan itu digunakan Pyongyang untuk melakukan uji coba persenjataan militer. Sebelumnya, informasi yang didapat AS dan Korsel menunjukkan kemungkinan Korut akan kembali melakukan uji coba nuklir dalam waktu dekat ini.
“Kedua pihak setuju bahwa meski telah ada peringatan dari komunitas internasional, jika Korut melakukan provokasi strategis seperti uji coba nuklir atau peluncuran rudal balistik antar benua (ICBM), akan ada tindakan keras lain yang sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB,” kata Kim Hyong-kyun kepada seperti dilansir dari Reuters, Senin (10/4/2017).
Kim juga mengatakan bahwa tidak ada pembicaraan mengenai opsi militer dalam pertemuannya dengan Wu Dawei. Keduanya juga tidak membahas mengenai serangan yang mungkin dilakukan AS terhadap Korut.
Kunjungan Wu ke Negeri Ginseng ini adalah yang pertama sejak AS menempatkan sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Korsel. Pada pertemuan itu Wu berulangkali menyampaikan mengenai posisi China mengenai penempatan THAAD di Korsel.
THAAD sempat menimbulkan keributan diplomatik antara Beijing dan Seoul yang muncul dari kekhawatiran China terkait jangkauan sistem rudal yang mampu mencapai daratan Negeri Tirai Bambu. Sementara AS dan Seoul merasa kehadiran THAAD diperlukan untuk menangkal kemungkinan serangan rudal dari Korut.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.