PONTIANAK - Sebanyak 2.780 personel TNI dan Polri akan diturunkan dan disiagakan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menjelang kedatangan sejumlah pengurus FPI pusat ke provinsi itu.
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Iwan Imam Susilo di Pontianak, Jumat (5/5/2017) mengatakan ribuan aparat tersebut disiagakan guna mencegah timbulnya konflik atas penolakan rencana kehadiran Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dan Tengku Zulkarnain oleh organisasi masyarakat tertentu.
Ia menjelaskan, pihaknya sudah memerintahkan kepada seluruh anggotanya agar tidak ada konsentrasi massa di Pontianak dari ormas masyarakat tertentu dan ormas FPI, serta dari ormas-ormas lainnya yang bisa memicu terjadinya konflik.
"Saya sudah perintahkan seluruh anggota tidak ada konsentrasi massa dari mana pun, dan juga massa FPI di bandara, karena kami tidak ingin terjadi benturan di sana, termasuk juga di jalur-jalur yang kemungkinan terjadi benturan," ungkapnya.
Iwan menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dengan kedua belah pihak ormas tersebut sebagai bentuk usaha preventif dan menjelaskan bahwa pihak kepolisian tidak memihak kepada kelompok mana pun.