nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketum Kartini Perindo Liliana Ajak Perempuan Pahami Dunia Politik

Lina Fitria, Jurnalis · Sabtu 06 Mei 2017 22:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 05 06 337 1685080 ketum-kartini-perindo-liliana-ajak-perempuan-pahami-dunia-politik-7bi2ype3YF.jpg (Foto: Lina Fitria/Okezone)

JAKARTA – Ketua Umum Kartini Perindo, Liliana Tanoesoedibjo menyampaikan kegiatan donor darah yang dilakukan oleh sayap Partai Perindo dinilai sangat penting untuk masyarakat yang membutuhkan.

"Kegiatan tadi pagi donor darah merupakan kegiatan sosial yang selalu kita lakukan selama 4 bulan ataupun 5 bulan sekali. Karena kita tahu bahwa donor darah ini adalah penting untuk mereka yang membutuhkan darah," ucap Liliana kepada wartawan di Kantor DPP Perindo, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/5/2017).

Kemudian acara selanjutnya mengenai diskusi perempuan dan politik, dia melihat perempuan masih kurang memahami di dunia politik. Oleh sebab itu, dia mengajak perempuan untuk mengikuti diskusi bersama dan saling menukar pikiran kepada yang lebih paham.

"Kita tahu bahwa Kartini Perindo di usia 1 tahun ini, usia muda di dunia politikan masih awam. Tapi, kita tidak mau mengerti hanya di politik saja. Kita di sini untuk melakukan berdiskusi mengenai politik supaya kita bisa menyuarakan sesuatu yang baik khususnya untuk orang-orang yang memerlukan," paparnya.

Ia menuturkan, masyarakat selalu melihat dunia politik sangat kotor. Jadi, dengan adanya diskusi politik bisa membuat pikiran masyarakat khususnya kaum perempuan terbuka.

"Dengan adanya diskusi politik ini mereka terbuka adanya kontribusi yang besar yang bisa dilakukan oleh wanita di dalam politik," ujarnya.

Setelah itu, Liliana mengajak kaum perempuan harus mempunyai kualitas yang baik untuk bisa menyuarakan suara-suara yang baik untuk Indonesia di dunia politik.

"Menyuarakan terhadap perempuan-perempuan Indonesia tentunya. Jadi diskusi kali ini sangat baik. Karena selama ini mereka (perempuan Indonesia) kadang melihat bahwa politik itu sangat kotor," tutupnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini