Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HISTORIPEDIA: Pelantikan Bersejarah Nelson Mandela

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Rabu, 10 Mei 2017 |06:00 WIB
HISTORIPEDIA: Pelantikan Bersejarah Nelson Mandela
Nelson Mandela. (Foto: Reuters)
A
A
A

Mandela menghabiskan 18 dari 27 tahun masa hukumannya di penjara yang sangat brutal. Ia dikurung di sel yang kecil tanpa tempat tidur dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCS) yang memadai serta dipaksa bekerja keras di sebuah tambang.

Ia hanya dapat menerima dan menulis surat satu kali setiap enam bulan serta diperbolehkan menerima kunjungan sekali setahun selama 30 menit. Namun, penjara sekali pun tidak dapat mematahkan semangat perjuangannya.

Nelson Mandela memimpin gerakan sipil di penjara hingga akhirnya pemerintah Afsel meningkatkan fasilitas di Penjara Pulau Robben secara drastis. Ia kemudian dipindahkan ke Penjara Pollsmoor pada 1984 lalu ke sebuah cottage pada 1988 di mana dirinya ditetapkan sebagai tahanan rumah.

Nasibnya berubah ketika Frederik Willem de Klerk diangkat sebagai presiden pada 1989. De Klerk mencabut larangan terhadap ANC, menangguhkan eksekusi hukuman, dan pada 11 Februari 1990 memerintahkan pembebasan Nelson Mandela.

Kesempatan itu tidak disia-siakan. Nelson Mandela memimpin ANC untuk bernegosiasi dengan pemerintah untuk mengakhiri politik apartheid dan mendirikan pemerintahan yang multiras. Kedua tokoh itu lantas diganjar hadiah Nobel Perdamaian pada 1993 sebagai pemenang bersama.

Afsel mengadakan pemilihan umum pertama yang bebas pada 26 April 1994. Tentu saja Nelson Mandela dan Partai ANC memenangkan pemilihan tersebut. Ia membangun koalisi ‘kesatuan nasional’ dengan Partai Nasional pimpin De Klerk dan Partai Kebebasan Inkatha dari suku Zulu. Pelantikan Nelson Mandela pada 10 Mei 1994 dihadiri oleh sejumlah tokoh internasional yang ingin menyaksikan sejarah besar, Presiden Afsel pertama dari kalangan kulit hitam.

Sebagai presiden, Mandela membentuk Komisi Fakta dan Rekonsiliasi untuk menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di bawah politik apartheid. Ia juga memperkenalkan sejumlah inisiatif untuk meningkatkan standar hidup warga kulit hitam Afrika Selatan. Mandela kemudian mengesahkan amandemen konstitusi Afrika Selatan yang baru pada 1996.

Nelson Mandela pensiun dari dunia politik pada Juni 1999 di usia 80 tahun. Posisinya digantikan oleh Presiden Thabo Mbeki yang juga berasal dari ANC. Kendati demikian, ia tetap menjadi pejuang perdamaian dan keadilan sosial hingga maut menjemputnya pada Desember 2013.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement