Menurutnya, untuk dapat mengungkap Novel Baswedan, pihak kepolisian memang perlu mendapatkan dukungan dari publik dalam bentuk pemberian informasi atau yang lainnya. "Jadi memang bukan hanya KPK, semua juga bisa dong memberi informasi," tandasnya.
Dalam kasus teror ini, polisi sudah bolak-balik mengamankan sejumlah orang. Namun, belum ada dari orang-orang tersebut yang mengarah sebagai dalang maupun pelaku teror penyiraman air keras ke penyidik KPK, Novel Baswedan.
Tercatat, dua orang yang pernah dimintai keterangan adalah Hasan dan Muklis yang diketahui sebagai "mata elang" dan cepu dari polisi untuk informasi kasus pencurian kendaraan bermotor. Selanjutnya, pria berinisial AL yang diketahui sebagai sekuriti di tempat spa di wilayah Jakarta Barat. Lalu, Niko Panji Tirtayasa alias Miko yang diperiksa merujuk video viralnya di media sosial.
Dalam video berdurasi 2.40 menit tersebut, Miko meminta maaf kepada pamannya Mochtar Effendi atas kejahatannya menjadi saksi palsu di KPK untuk kasus yang menjerat pamannya dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Kala memberikan kesaksian, Miko mengaku dinterograsi Novel Baswedan cs.
Sekadar informasi, Novel Baswedan mendapatkan teror penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal usai menjalankan Solat Subuh di sebuah Masjid di kawasan rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa, 11 April 2017. Akibatnya, Novel mengalami kerusakan mata yang cukup parah.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.