JAKARTA - Tradisi yang berpotensi melahirkan kekerasan di Akademi Kepolisian (Akpol) mesti dihapuskan. Hal itu mengemuka lantaran menyusul tewasnya Brigdatar Muhammad Adam yang diduga dianiaya seniornya.
"Tradisi-tradisi yang berpotensi melahirkan kekerasan, seperti apel malam, dan lain-lain, perlu dihapus," kata pengamat pendidikan Doni Koesoema kepada Okezone, Minggu (21/5/2017).
Doni menambahkan, pemerintah dan Polri mesti mengevaluasi sistem pendidikan di sekolah perwira itu, terutama yang berkaitan dengan penggunaan kekerasan fisik.
"Calon polisi memang harus sehat. Tapi sehat jiwa dan raga, bukan sehat raga tapi punya mental pembunuh dan balas dendam karena kekerasan," ujar Doni.
Taruna Akpol Brigdatar Adam meregang nyawa setelah menjalani apel pembinaan oleh para seniornya di sekolah perwira itu. Sebelum meninggal, Adam sempat diboyong ke RS Akpol Semarang. Berdasarkan hasil visum terdapat luka lebam di bagian dada.
Polisi telah memeriksa dan melakukan gelar perkara terhadap 35 saksi dengan rincian 21 taruna tingkat dua dan 14 taruna tingkat tiga. Semua taruna tingkat tiga yang diperiksa selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka.
(Mufrod)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.