nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KISAH: Keajaiban Selamatkan 4 Orang dari Kecelakaan Legendaris Japan Airlines 123

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis · Selasa 23 Mei 2017 08:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 05 22 18 1696863 kisah-keajaiban-selamatkan-4-orang-dari-kecelakaan-legendaris-japan-airlines-123-ukttrlZk75.jpg Jenis pesawat Boeing 747 yang dipakai Japan Airlines saat tragedi kecelakaan Japan Airlines Flight 123 terjadi pada 1985. (Foto: Wikipedia)

TEKNOLOGI penerbangan berkembang amat cepat sejak awal abad ke-20. Pemeliharaan pesawat juga amat dijaga hingga perjalanan udara dipertimbangkan sebagai jalur yang lebih aman ketimbang moda transportasi lainnya.

Bagaimanapun juga, kecelakaan tidak sepenuhnya dapat dihindari. Bahkan kecelakaan pesawat terbang termasuk dalam kategori mematikan, terutama karena faktor ketinggian dan energi yang terlibat.

Kecelakaan pesawat Japan Airlines dengan nomor penerbangan 123 pada 1985 dianggap sebagai salah satu insiden mematikan pesawat bermesin satu sepanjang sejarah. Kala itu, 505 penumpang dan 15 kru pesawat meninggal dunia.

Penerbangan Japan Airlines 123 menggunakan pesawat jenis Boeing 747SR. Ia terbang dari Haneda Airport di Tokyo menuju Bandara Internasional Osaka. Setelah 12 menit lepas landas, pesawat tersebut tiba-tiba mengalami beberapa ledakan dekompresi parah yang menghancurkan stabiliser vertikal pesawat hingga merobek sebagian ekor pesawat.

Tekanan di kabin pesawat menurun sehingga penumpang terpaksa menggunakan masker oksigen. Dekompresi ini juga menyebabkan para kru kehilangan kendali atas sistem hidrolik pesawat. Akibatnya, pesawat membelok tidak terkontrol dan menabrak pegunungan Takamagahara, sekira 100 km dari Tokyo.

Penyelidikan resmi menunjukkan bahwa pilot mampu mempertahankan pesawat di udara selama 32 menit setelah kehilangan tekanan. Beberapa ahli penerbangan merekonstruksi kecelakaan tersebut melalui simulasi penerbangan, tetapi tidak ada yang berhasil mencegah tabrakan keras. Bahkan tidak ada juga yang mampu menjaga pesawat tetap di udara lebih dari 12 menit setelah ada malfungsi di sistem hidrolik.

Meski insiden ini begitu parah, kecelakaan Japan Airlines 123 membuktikan bahwa meskipun di kecelakaan paling mematikan sekalipun, harapan hidup selalu ada. Buktinya, ada empat penumpang selamat dari insiden tragis tersebut. Dilansir Vintage News, Selasa (23/5/2017), keempat korban selamat adalah Yumi Ochiai (26), pramugari yang sedang tidak bertugas saat kecelakaan; Keiko Kawakami (12) serta sepasang ibu dan anak perempuannya, Hiroki Yoshizaki dan Mikiko Yoshizaki.

Keempatnya duduk satu barisan di sebelah kiri bagian belakang pesawat. Mereka beruntung, sebab ini adalah bagian pesawat yang masih utuh.

Meski demikian, Keiko ditemukan di bawah puing-puing pesawat. Ternyata, ia terlempar dari kursinya dan mendarat di semak-semak saat pesawat menabrak pegunungan. Akibat luka parah yang dideritanya, Keiko harus dirawat di rumah sakit selama tiga bulan. Ia dapat sembuh total dan melanjutkan hidup. Namun insiden itu telah mengubah hidupnya karena kedua orangtua Keiko dan adik perempuannya meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Monumen yang dibangun untuk korban kecelakaan Japan Airlines Flight 123. (Foto: Wikipedia)

Hasil penyelidikan kemudian mengungkapkan, penyebab kecelakaan adalah salah satu penyeimbang pesawat tidak diperbaiki dengan benar tujuh tahun sebelumnya. Walau buktinya kuat, pihak maskapai Japan Airlines tidak pernah bertanggung jawab atas musibah tersebut. Meski demikian, presiden perusahaan mengundurkan diri sedangkan manajer pemeliharaan yang mengizinkan pesawat itu terbang, Tominaga dan Susumu Tajima, bunuh diri karena didera rasa bersalah.

Karena amat buruknya dampak kecelakaan ini, pihak maskapai tidak lagi memakai nomor penerbangan Japan Airlines 123 untuk rute Tokyo-Osaka. Rute tersebut kini dikenal dengan "Penerbangan 127". Japan Airlines juga mengganti jenis pesawat yang mereka pakai, dari Boeing 747 menjadi Boeing 767 dan Boeing 777.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini