Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KISAH: Kematian Pasangan Perampok Terkenal Bonnie & Clyde Di Tangan Sang Pengagum Rahasia

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Senin, 29 Mei 2017 |08:00 WIB
      KISAH: Kematian Pasangan Perampok Terkenal Bonnie & Clyde Di Tangan Sang Pengagum Rahasia
Enam polisi membunuh pasangan perampok AS terkenal, Bonnie dan Clyde. (Foto: The Vintagenews)
A
A
A

Mereka percaya bahwa pasangan tersebut bermaksud untuk bertemu dengan salah satu anggota geng mereka, Henry Methvin, di rumah keluarganya di Louisiana. Jadi Hamer dan anggota pasukan khususnya bermaksud untuk mencegat mereka di jalan. Ketika pasukan tiba di lokasi , mereka langsung memulai rencana penergapan.

Hamer, yang telah memiliki banyak pengalaman menyadari pergerakan mereka. Oleh karena itu, Hamer dan pasukannya merencanakan dan membuat pengintaian di Louisiana State Highway 154 yang mengarah ke rumah Henry Methvin, di mana mereka menunggu hampir dua hari dua malam. Lelah dan kehabisan kesabaran, Hamer mulai mempertimbangkan untuk membatalkan rencananya, ketika tiba-tiba mereka mendengar dan melihat sebuah mobil yang nampak seperti hasil curian mendekat dengan kecepatan tinggi.

 

Mobil curian Clyde dan Bonnie yang ditembak polisi. (Foto: The Vintagenews)

Ted Hinton, sebagai polisi termuda di sana dengan jelas mengenali Bonnie dan Clyde di dalam kendaraan. Begitu mobil masuk dalam jangkauan dan setelah Hinton mengidentifikasi targetnya, enam polisi itu melepaskan peluru dari senapan mesin mereka ke dalam kendaraan. Tembakan pertama, dilakukan oleh Deputi Paroki Bienville Prentiss Oakley dan berhasil membunuh Clyde dengan segera, membiarkan Bonnie teringat akan kematian kekasihnya yang tragis.

Berdasarkan keterangan Hinton dan laporan resminya, akibat kematian Clyde dan mobil pun menepi, Bonnie menjerit di dalamnya. Kemudian keenam polisi tersebut kembali melepaskan tembaka ke mobil Ford tersebut. Mobil itupun terisi dengan dua mayat beserta total 52 tembakan yang menembus tubuh Bonnie. Dan dipercaya seperlima luka itu ditimbulkan oleh pengagum rahasia Bonnie Parker yaitu Ted Hinton.

 

Bonnie Parker. (Foto: The Vintagenews)

Sebelum menjadi polisi, Ted Hinton bekerja di Marco's Cafe di Dallas. Untuk diketahui, Bonnie sebelumnya juga menjadi pelayan di kafe yang sama dengan Hintin. Dalam bukunya catatan milik Hinton, Ambush, yang diterbitkan dua tahun setelah kematiannya pada 1979, Hinton mengakui bahwa ia selalu menyukai gadis itu (Bonnie), dengan tulus dan percaya bahwa perempuan manis itu tergoda oleh Clyde sehingga memilih jalan yang salah.

Selain itu, Hinton juga menulis bahwa ia terjebak di situasi yang sulit saat mendengar Bonnie menjerit dari dalam mobil dan ketakutan saat tembakan membunuh seseorang yang sangat disayanginya. Meskipun ketika masih berteman dengan Bonnie, Hinton selalu bersikap baik kepada perempuan itu, namun pada akhirnya ia memilih membunuh perempuan yang telah mengambil hatinya dan memutuskan perlu melakukan apa yang yang seharusnya ia lakukan karena terkadang cinta itu terlalu rumit. (rav)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement