PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi terus berupaya melakukan penataan di sejumlah fasilitas umum. Sejak memimpin kabupaten kecil ini, berbagai inovasi terus digulirkannya tiada henti. Pembangunan-pembangunan yang mengedepankan spirit budaya pun terus dilakukan Kang Dedi (sapaannya). Tak heran, kini daerah tersebut memiliki identitas tersendiri dan menjadi lebih berkarakter.
Salah satu identitas Purwakarta yang paling menonjol, yakni keberadaan Gapura Malati. Ya, bangunan yang merupakan sebuah gerbang ini bisa dijumpai hampir di seluruh sudut kota maupun pedesaan. Dari mulai gang-gang menuju pemukiman warga, perkantoran hingga kawasan umum lainnya dan juga di setiap wilayah perbatasan antar kabupaten.
Tak hanya itu, di awal tahun 2017 lalu pun Kang Dedi kembali membuat sebuah inovasi yang menjadi ikon dan identitas wilayah seperti halnya Gapura Malati. Yakni, mengganti bentuk tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) yang ada, menjadi lebih bernuansa etnik. Untuk saat ini, pemasangan PJU bernilai estetik ini masih terkonsentasi di wilayah utara. Misalnya, di jalur nasional Sadang-Bungursari.
Kang Dedi memiliki alasan terkait desain baru PJU hasil rancangannya ini. Dalam hal ini, pihaknya lebih menekankan nuansa estetik. Supaya, lampu penerangan yang berjejer di sepanjang jalur ini terlihat lebih menarik dan unik.
"Saya namai ini, lampu PJU Berkarakter. Ini menjadi identitas lain dari Purwakarta selain Gapura Malati," ujar Dedi, beberapa waktu lalu.