Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

OKEZONE STORY: Si Detektif Cilik Petualang Tintin Terinspirasi Dari Anak Laki-Laki Sungguhan

Silviana Dharma , Jurnalis-Kamis, 15 Juni 2017 |08:02 WIB
OKEZONE STORY: Si Detektif Cilik Petualang Tintin Terinspirasi Dari Anak Laki-Laki Sungguhan
Inilah Palle Huld yang jadi inspirasi cerita "Tintin" (Foto: Istimewa)
A
A
A

SERIAL komik Petualangan Tintin terjual lebih dari 200 juta kopi sejak diterbitkan pertama kali pada 10 Januari 1929. Selama beberapa dekade, tokoh wartawan muda Belgia yang senang bertualang tersebut begitu digilai, baik di dataran Eropa maupun negara lainnya di luar Benua Biru.

Melansir The Vintage News, Kami (15/6/2017), karakter Tintin juga menjadi inspirasi bagi banyak orang pada masanya. Bahkan mampu memengaruhi cara pembaca komik itu memandang dunia di sekitar mereka. Serial komik ini pernah mendapat sensor ketat dari Nazi ketika Jerman menduduki Belgia. Pengerjaan komik Tintin kala itu dianggap kaki tangan musuh.

Terlepas dari begitu dicintainya serial komik Tintin, banyak penggemar bertanya apakah sebenarnya yang menginspirasi pengarangnya? Apakah tokoh kesayangan mereka ini nyata atau murni sekadar karakter fiktif?

Pengarang Tintin ialah Georges Prosper Remi, yang dikenal dengan nama pena Hergé. Pria yang belajar menggambar dan merangkai cerita bergambar ini bisa dikatakan autodidak, dia tidak memiliki pelatihan formal untuk melahirkan karya sepopuler itu. Hergé mungkin juga tidak pernah menyangka bahwa buah tangannya akan melahirkan industri penerbitan komik terkemuka di Eropa.

Namun sekali lagi, siapakah yang menjadi inspirasi Hergé? Itu belum terungkap hingga sekarang. Meski begitu, orang-orang pada masa kejayaan Tintin percaya bahwa dia terinspirasi dari kisah nyata seorang remaja 15 tahun bernama Palle Huld.

Huld berasal dari Denmark. Dia adalah pemenang kompetisi perjalanan Phileas Fogg dari novel terkenal Verne Around the World in Eighty Days. Waktu itu, ratusan remaja Denmark mengajukan diri untuk berpartisipasi dalam perlombaan tersebut. Dan anak laki-laki yang cukup beruntung menjawarai sayembara itu adalah Huld.

Sebagai catatan, remaja yang terpilih kemudian harus menyelesaikan perjalanan dalam waktu 46 hari. Perjalanan itu harus dilakukan sendiri, tanpa sponsor dari perusahaan dan tanpa menggunakan pesawat terbang.

Huld dengan semangat penuh memulai perjalanannya keliling dunia pada 1 Maret 1928. Berangkat dari Kopenhagen, dia melakukan perjalanan dengan kereta api dan kapal uap melalui Inggris, Skotlandia, Kanada, Jepang, Uni Soviet, Polandia, dan Jerman.

Kurang dari setahun sebelum Tintin membuat penampilan pertamanya, di majalah anak-anak Belgia Le Vingtième Siecle, Huld menyelesaikan tantangan bertualang sendiri selama 46 hari. Siapakah Huld? Dia hanya anak biasa dengan ketangguhan yang luar biasa.

Perjalanannya menjadi berita utama saat itu dan ketika dia kembali ke Tanah Airnya, Huld disambut bak pahlawan. Lebih dari 20 ribu pengagum menyapanya saat pulang ke rumah. Ibunya yang paling terharu karena selama Huld pergi, dia mengalami depresi hingga harus tidur dengan bantuan obat.

Usai melakukan perjalanan panjang itu, Huld menulis buku. Dia menceritakan semua pengalamannya dalam 46 hari itu. Bukunya laris dan diterbitkan dalam beberapa bahasa. Buku itu juga masuk ke tangan seorang kartunis Belgia yang dikenal dengan nama Hergé dan pada tahun yang sama, ketika buku Huld diterbitkan, Tintin memulai debutnya.

Huld sendiri mengemukakan kalau dia merasa menjadi inspirasi bagi Tintin. Kendati begitu, sang pengarang aslinya tak pernah menyatakan hal serupa. Sehingga perdebatan soal siapa yang jadi inspirasi sesungguhnya Tintin terus bergulir. Ada yang percaya bahwa ilham sebenarnya di balik karakter tersebut adalah jurnalis foto Prancis, Robert Sexe. Hal itu terbukti dari kesamaan ceritanya dengan perjalanan di tiga buku pertama serial komik Tintin.

Begitulah si detektif muda yang selalu ditemani seekor anjing jenis terrier bernama Milou atau Snowy itu lahir dari tangan Hergé. Tidak peduli siapa yang jadi inspirasi sebenarnya, para penggemar sejati Tintin tetap menganggapnya pahlawan.

Sosok pahlawan yang tidak perlu punya kekuatan super, seperti superhero Amerika Serikat. Cukup dengan keuletan dan semangat pantang menyerah, dia bisa melakukan segalanya. Lolos dari maut dan kasus serumit apa pun.

Tintin juga mewakili sesuatu yang tidak dimiliki orang lain, yakni kewaspadaan tanpa kompromi dan kebutuhan untuk berhasil berapa pun harga yang harus dibayarnya.

(Emirald Julio)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement