Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

OKEZONE STORY: Kisah Soekarno Galau Setengah Mati Tak Mampu Beli Petasan untuk Lebaran

Randy Wirayudha , Jurnalis-Sabtu, 17 Juni 2017 |10:17 WIB
OKEZONE STORY: Kisah Soekarno Galau Setengah Mati Tak Mampu Beli Petasan untuk Lebaran
Soekarno di masa kecil (Foto: Wikipedia)
A
A
A

LEBARAN tinggal menghitung hari. Hari Raya Idul Fitri, di mana setiap muslim menjadikannya momen kemenangan atas ibadah puasa selama 30 hari. Momen yang tidak hanya dirayakan dengan Salat Id dan silaturahim, tapi juga dengan beragam acara ‘ramean’.

Mulai dari open house, hingga pesta mercon. Di masa kecil Soekarno pun, pesta mercon atau petasan kerap meramaikan malam Lebaran. Hampir setiap anak bersuka cita dengan petasannya masing-masing, kecuali Soekarno kecil.

Ya, buat anak-anak lain, momen Lebaran adalah momen yang riang gembira. Momen berpesta, tapi tidak untuk Soekarno. Putra bungsu pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai itu harus menahan keriangannya dalam sendu di Hari Lebaran.

Soekarno atau kelak sosok proklamator yang punya nama lahir Koesno Sosrodihardjo itu mengaku malu, kesal dan sedih tiada tara hanya karena tak bisa ikut meramaikan. Tak bisa ikut menyalakan petasan karena memang keluarganya sedang tidak mampu.

Dikisahkan Bung Karno dalam Otobiografi ‘Penyambung Lidah Rakyat’ yang dituliskan Cindy Adams, di Hari Lebaran Soekarno hanya bisa berbaring di tempat tidurnya atau sesekali mengintip keluar dari dinding bilik rumah yang bolong, di mana Soekarno kecil hanya bisa jadi penonton.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement