Penghuni lainnya mengatakan, rekan-rekannya yang juga bekerja di bar terdekat turut tinggal di apartemen bawah tanah tersebut. Apartemen bawah tanah tersebut tidak dilengkapi dengan ventilasi dan pencahayaan yang cukup. Meski demikian, setiap ruangan memiliki dapur yang cukup kecil dan mesin cuci.
Otoritas belum dapat mengungkap pemilik apartemen bawah tanah tersebut. Namun, basement tersebut yang diketahui sebagai sisa dari perang dingin, dimiliki secara resmi oleh seorang pejabat biro pertahanan sipil dari distrik setempat. Basement tersebut diyakini disewakan ke orang lain.
Hal yang paling mengkhawatirkan adalah para penghuni itu hanya bisa keluar masuk melalui satu pintu. Buruknya akses tersebut tidak hanya membahayakan para penghuni apartemen bawah tanah, tetapi juga para penduduk yang tinggal di atas.
Pengungkapan tersebut adalah bagian dari operasi otoritas Beijing untuk membersihkan penyakit masyarakat. Selama empat bulan pertama 2017, otoritas sudah berhasil menindak sedikitnya 600 tempat tinggal bawah tanah di Beijing.
(Silviana Dharma)