Duterte menyatakan, serangan melalui darat tidak akan efektif sehingga memerlukan serangan udara.
"Militer mengatakan jika kita tidak menggunakannya (bom), kita akan terseret lebih dalam lagi, kita akan selesai dan tentara kita semua akan terbunuh," imbuhnya.
Beberapa jam sebelum Duterte berbicara, pesawat Philippine OV-10 Bronco milik militer Filipina melakukan serangan bom ke Marawi. Dari pihak militer sendiri diketahui 62 orang telah tewas dan dari pihak pemberontak dilaporkan 258 militan terbunuh. Sementara itu sebanyak 26 warga sipil terluka.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.