Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

OKEZONE STORY: Anna Ladd Memahat Wajah Baru untuk Prajurit PD I yang Terluka

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Kamis, 22 Juni 2017 |08:02 WIB
OKEZONE STORY: Anna Ladd Memahat Wajah Baru untuk Prajurit PD I yang Terluka
Seninam AS, Anna Ladd, memahat wajah baru untuk para tentara yang terluka saat Perang Dunia I. (Foto: Vintage News)
A
A
A

Membuat topeng bukanlah pekerjaan yang mudah. Tetapi untuk seseorang yang memberi kesempuran pada semua yang ia sentuh, hal itu tidak mustahil dilakukan. Para fotografer akan memotret kerusakan pada wajah para tentara sebagai perbandingan atas wajah mereka sebelum terluka. Foto-foto ini menjadi acuan Ladd untuk membuat cetakan topeng di clay atau plastisin.

Hasil cetakan itu lalu digunakan untuk merekonstruksi wajah para tentara yang rusak akibat cidera saat berperang. Ladd mengirim topengnya ke bengkel Wood untuk dilukis sesuai wajah pemiliknya. Bahkan, topeng ini bisa juga ditambahi kacamata dan kumis jika diinginkan.

Wajah tentara Prancis yang terluka saat perang (kiri) diperbaiki dengan hasil kerja Anna Ladd dan timnya (kanan). (Foto: Vintage News)

Dalam 1,5 tahun, Ladd dan timnya memproduksi lebih dari 100 topeng. Rata-rata, satu topeng butuh biaya produksi USD18, dan semua uang tersebut diberikan sebagai sumbangan.

Hasil kerja Ladd tidak hanya dikenali, tetapi juga dikagumi banyak orang. Pada 1932, ia mendapat penghargaan Chevalier of the Legion dari Pemerintah Prancis dan Serbian Order of Saint Sava.

Ketika Perang Dunia I berakhir, Ladd membuat model monumen peringatan dari mayat yang membusuk pada pagar kawat berduri. Patung lainnya berjudul "Triton Babies" hingga kini masih berdiri tegang sebagai hiasan air mancur di taman Boston.

Ladd menghabiskan masa pensiun bersama suaminya pada 1936 di California. Di kota ini pula ia meninggal dunia tiga tahun kemudian. Selain berbagai karya seni cantik yang ia tinggalkan, Ladd juga dikenang sebagai perempuan yang mendedikasikan hidupnya membantu para tentara yang terluka saat perang untuk melanjutkan hidup secara normal.

Kini, hasil kerjanya dikenal sebagai to anaplastology, yaitu cabang ilmu medis yang mempelajari rehabilitasi prostetik pada bagian wajah dan tubuh yang tidak sempurna. Meskipun terminologi "anaplastology" diperkenalkan oleh Walter G. Spohn dan digunakan secara umum, Ladd menjadi pionir praktik tersebut.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement