nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Lebaran, Warga Pendatang Diprediksi "Serbu" Karawang

Didin Jalaludin, Jurnalis · Jum'at 30 Juni 2017 18:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 06 30 525 1726164 pasca-lebaran-warga-pendatang-diprediksi-serbu-karawang-PzwybcxpGD.jpg Ilustrasi warga (Foto: Ist)

KARAWANG – Tercatat 30.000 pendatang baru menyerbu Kabupaten Karawang pada Lebaran tahun lalu. Mereka berasal dari sejumlah daerah yang mencari pekerjaan pada sektor industri di kabupaten yang sempat terkenal sebagai daerah lumbung padi tersebut. Kini, hal serupa diprediksi juga bakal terjadi pasca-Lebaran tahun ini.

“Pada 2016 lalu kami mencatat ada 30.000 pendatang yang tinggal di Karawang. Hingga Juni ini kami mencatat sudah 7.000 pendatang dan biasanya akan lebih banyak lagi setelah lebaran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Yudi Yudiawan, Jumat (30/6/2017).

Dia mengatakan, Karawang merupakan kota industri, sehingga menjadi magnet bagi para pencari kerja yang didominasi dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun, dalam perkembangannya warga Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Bekasi juga mulai banyak masuk ke Karawang.

“Hampir semua kota yang ada di Pulau Jawa mulai berdatangan ke Karawang. Kami tidak bisa melarang mereka untuk tinggal dan mencari pekerjaan, namun dokumen kependudukan harus lengkap,” ujarnya.

Yudi mengingatkan warga pendatang yang ingin mengadu nasib di Karawang harus memiliki keahlian agar bisa bekerja. Tanpa keahlian akan sulit mendapat pekerjaan di Karawang. Para pendatang tanpa keahlian ini justru akan menjadi beban bagi Pemkab Karawang.

Sementara itu, Pemkab Karawang segera menggelar operasi yustisi untuk menjaring pendatang ilegal. Jika, para pendatang itu tidak melengkapi dokumen kependudukan dan dianggap ilegal akan diberikan sanksi administratif.

Seusai lebaran biasanya pendatang yang masuk ke Karawang jumlahnya dua kali lebih banyak. Bahkan mereka sudah berdatangan sebelum hari raya.

Tidak jarang pendatang yang tinggal di Karawang tak memiliki dokumen kependudukan lengkap sehingga disdukcapil tidak dapat memproses permohonan kependudukan mereka.

“Biasanya pendatang baru mengurus kependudukannya saat mendapatkan pekerjaan. Namun, kita tidak bisa proses karena dokumen kependudukannya tidak lengkap,” tutur Yudi.

Tingginya pencari kerja ke Karawang sangatlah beralasan. Salah satu faktornya, UMK kabupaten ini paling tinggi di Jawa Barat bahkan Indonesia. Berdasarkan penetapan Gubernur Jabar, UMK Karawang 2017 Rp3,6 juta. Besaran upah inilah yang banyak dikejar pendatang baru di Karawang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini