Buru-Buru, Dokter Ini Lolos dari Razia Masker

Haryanto, iNews · Selasa 02 Maret 2021 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 340 2370524 buru-buru-dokter-ini-lolos-dari-razia-masker-EyV7uFfz8F.jpg Petugas saat sedang berdiskusi dengan seorang dokter (Foto: Haryanto)

PANGKALPINANG - Seorang dokter yang hendak ke klinik praktiknya terjaring razia yustisi di Pangkalpinang, karena tidak menggunakan masker saat mengemudikan mobil seorang diri tanpa penumpang, Senin (1/3/2021). Setelah berdebat, dokter tersebut dipersilakan melanjutkan perjalanan tanpa dikenakan sanksi.

"Saya ini dokter pak, saya mesti ke klinik pak sudah ditunggu pasien. Saya bawa masker ini. Saya kan gak di luar, saya sendiri di mobil masak tidak boleh (buka masker)," kata dokter tersebut, sembari menunjukkan sejumlah masker ke petugas.

Baca Juga: Kenang Bripda Wahyu, Sosok Heroik yang Jadi Nama Kantin di Polresta Mojokerto

Setelah sedikit terjadi perdebatan dengan petugas, dokter itu akhirnya dipersilakan untuk melanjutkan perjalanan menuju ke klinik. Namun, petugas tidak memberikan sanksi sosial seperti yang diterima oleh pelanggar lainnya yang ikut terjaring.

Razia tersebut digelar persis di depan titik kilometer nol Pulau Bangka, oleh sejumlah aparat gabungan, guna menegakkan Perda Nomor 10 Tahun 2020, tentang adaptasi kebiasaan baru dalam pencegahan dan pengendalian Corona Virus Desease 2019 (Covid-19), yang hari ini mulai diterapkan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Sebanyak 49 pelanggar terjaring dalam razia yang baru kelar hampir waktu magrib tiba itu. Salah satu yang terjaring Baladi Sulpan. Kasusnya sama dengan dokter yang terjaring, namun nasibnya beda. Ia juga terlibat perdebatan alot akan tetapi dirinya tetap dikenakan sanksi sosial.

"Penggunaan masker itu ada dasarnya. Makanya maksud saya ada kelonggaran, kalau di lingkungan publik ada lebih dari satu orang berinteraksi tanpa masker ya silakan ditindak. Namun, kalau dalam mobil pribadi gak ada siapa-siapa tanpa melihat kesehatan pengemudi, saya rasa rasional saja," ujar Baladi.

Dalam razia itu, petugas menerapkan sanksi sosial berupa nyapu di pinggir jalan, membaca Pancasila, nyanyi Indonesia Raya, Push up, hingga mengaji.

Baca Juga:  Tak Punya Uang untuk Bayar Denda, Pelanggar Prokes Nekat Tabrak Petugas

Sedangkan, sanksi denda Rp200.000 bagi pelanggar belum diterapkan. Sanksi denda baru akan diterapkan jika pelanggar yang sama mengulangi perbuatan serupa saat terjaring razia yustisi di wilayah Babel.

"Ada rilis resmi satgas Covid-19 pusat bahwa ada beberapa daerah di Babel yang zona oranye dan Pangkalpinang zona merah. Penerapan protokol kesehatan kita masuk lima terbawah, baik penggunaan masker dan menjaga jarak," kata Sekretaris Satgas Covid-19 Babel, Mikron Antariksa.

Hari ini, kata Mikron, selain di titik nol kilometer Pulau Bangka, pihaknya lebih dulu menggelar razia di jalan Jendral Sudirman Pangkalpinang, Senin pagi.

Selain menyasar pengguna jalan, razia serupa juga berlaku bagi pemilik pelaku usaha. Mereka yang melanggar setelah diberi peringatan, akan dikenakan denda sebesar Rp15.000.000.

"Total pelanggaran yang kami jaring hari ini 91 orang. Pagi tadi 42 pelanggar dan sore ini 49 pelanggar terjaring," ucap Mikron.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini