nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini 3 Fokus Irwandi-Nova pada 100 Hari Pertama Memimpin Aceh

Rayful Mudassir, Jurnalis · Rabu 05 Juli 2017 15:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 05 340 1729283 ini-3-fokus-irwandi-nova-pada-100-hari-pertama-memimpin-aceh-dbIBvgDlxM.jpg Irwandi-Nova (Foto: Rayful/Okezone)

BANDA ACEH – Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah resmi menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Periode 2017-2022. Pemerintahan yang dipimpinnya menargetkan tiga program utama dapat diatasi dalam 100 hari pertama. Tiga program tersebut yakni persoalan kelistrikan, permasalahan administrasi BPJS Kesehatan, serta rumah dhuafa.

Irwandi mengatakan, tiga hal itu tidak hanya dilakukan pada 100 hari pertama kerjanya. Namun, terus berlanjut hingga waktu yang tidak ditentukan. Hanya saja, penyelesaiannya akan dilakukan dalam 100 hari ke depan.

Selama ini Irwandi menilai tiga hal tersebut sebagai suatu yang harus segera diperjelas. Persoalan listrik yang acap kali mengalami pemadaman hingga persoalan pengurusan BPJS Kesehatan yang cenderung berbelit-belit.

“Pasien kalau sakit harus (urus) surat ini itu pontang panting. Jadi kita bersihkan masalah administrasi harus dilakukan oleh pemerintah. Rakyat cukup bawa KTP, bawa KK. Yang seterusnya adalah tugas negara. Itu namanya pemerintah yang melayani,” kata Irwandi sehari sebelum masa pelantikannya di Gedung DPR Aceh, Selasa 4 Juli 2017.

Di samping itu, ia berjanji dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan pihak PLN untuk mencari solusi atas pemadaman yang terjadi berulang kali di wilayah Aceh. Selama ini selain mengandalkan sejumlah pembangkit listrik di Aceh, provinsi ujung barat Indonesia itu juga menerima daya dari Sumatera Utara dengan sistem interkoneksi.

“Kemudian masalah rumah anak yatim sudah saya lakukan sejak saya menang. Saya sudah membangun 150 rumah hampir 200 dengan dana sumbangan teman-teman. Rencana (uang tersebut) untuk potong sapi, tapi potong sapinya dialihkan untuk rumah anak yatim,” tukasnya.

Program rumah anak yatim, kata Irwandi, merupakan program yang dibuat bukan dengan dana pemerintah. Meski hampir sama dengan program rumah dhuafa, namun dirinya akan tetap menjalankan program rumah anak yatim selama masih memiliki dana.

“Rumah dhuafa kan akan jelimet harus by name by address. Makanya kita bantu dengan rumah anak yatim ini,” tandasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini