nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Heboh! Badai Salju di Arab hingga Makhluk Misterius di Selandia Baru

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis · Sabtu 08 Juli 2017 19:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 08 18 1731655 heboh-badai-salju-di-arab-hingga-makhluk-misterius-di-selandia-baru-iPrfGQYsuL.jpg Gurun Sahara diselimuti salju dan makhluk raksasa asing di Selandia Baru. (Foto: Shutterstock & Facebook)

KEINDAHAN alam sering membuat manusia berdecak takjub. Namun tak jarang, fenomena alam yang aneh membuat bulu kuduk merinding.

Berikut Okezone merangkum beberapa fenomena aneh di alam di penjuru dunia.

Gurun Sahara Diselimuti Salju

Untuk pertama kalinya dalam 37 tahun terakhir, padang pasir terbesar di dunia, Gurun Sahara, diselimuti salju pada 19 Desember 2016. Terakhir kali salju memutihkan kawasan ini, tepatnya di Ain Sefra, Afrika Utara, adalah pada 1979 usai dilanda badai salju selama setengah jam.

Fotografer amatir Karim Boucheta, merekam wajah Gurun Sahara yang memutih akibat salju tersebut. Bukit-bukit pasir kemerahan berlatar Pegunungan Atlas diselimuti butiran es. Setiap butirnya memantulkan cahaya yang luar biasa memukau, sebelum akhirnya mencair.

Gurun Sahara diselimuti salju. (Foto: Shutterstock)

“Semua orang terpana melihat salju yang jatuh di padang pasir. Itu adalah suatu kejadian langka. Salju yang menetap di atas pasir benar-benar tampak menakjubkan,” papar Boucheta, seperti disitat dari Xinhua.

Sejatinya, seperti dilansir Architectural Digest, Gurun Sahara merupakan lahan terpanas dan terkering di muka bumi ini dengan suhu harian rata-rata 52 derajat celcius. Pada musim terdinginnya, kawasan ini hanya menyentuh suhu minimal 10 derajat celcius.

Badai Salju di Negara Arab

Warga di kawasan empat musim tak asing dengan badai salju. Nyatanya, penduduk di kawasan Arab juga pernah merasakan dinginnya badai salju pada Februari 2017.

Kala itu, badai salju mendera di berbagai negara Arab, berpadu kilatan petir dan kebakaran mematikan selama 24 jam. Kecepatan angin juga amat tinggi, hingga 90 kilometer per jam. Di Dubai, salju setebal 10 sentimeter menimbun kota.

Sumber: Express

Bencana terus berlanjut. Cuaca buruk juga menumbangkan pohon-pohon, membuat lalu lintas terganggu. Jarak pandang yang kabur mengakibatkan banyak terjadi kecelakaan. Warga juga terjebak di dalam rumah untuk menghindari badai.

Invasi Ubur-Ubur Biru di Australia

 

Jumat 3 Februari 2017, kawasan pantai di Deception Bay, Queensland, Australia, dipenuhi ribuan ubur-ubur biru (blue blubber jellyfish). Fenomena tersebut terjadi setiap tahun dan dikenal dengan istilah bloom. Namun tahun ini merupakan invasi terbesar ubur-ubur biru yang pernah terjadi.

Ribuan ubur-ubur biru di pantaui Australia. (Foto: Charlotte Lawson)

Walaupun terlihat mengkhawatirkan, ubur-ubur biru ini biasanya tidak menyebabkan luka serius terhadap manusia. Spesies ini merupakan hewan yang umum terlihat di wilayah tenggara Queensland, New South Wales, dan Victoria.

Pantai Irlandia Muncul Setelah Hilang 33 Tahun

Setelah 33 tahun menghilang, sebuah pantai di sebuah pulau terpencil, Pulau Achill, pada pesisir barat Irlandia, muncul kembali. Pantai sepanjang 300 meter itu menghilang pada 1984 ketika badai meniup habis pasirnya, dan meninggalkan bebatuan di bawahnya.

Pantai di Pulau Achill, Irlandia, kembali setelah hilang 33 tahun. (Foto: Reuters)

Tetapi setelah gelombang pasang pada musim semi bulan lalu, penduduk setempat menemukan bahwa Samudera Atlantik telah 'mengembalikan' pasir pantai tersebut pada Mei 2017.

Achill merupakan pulau terbesar di pesisir Irlandia serta menjadi bagian dari Jalur Liar Atlantik. Jalur ini membentang dari belahan utara ke barat laut Irlandia serta meningkatkan kunjungan turis di negara tersebut.

Makhluk Asing di Pantai Selandia Baru

Kawasan Pantai Muriwai, dekat Auckland, Selandia Baru, gempar, akhir tahun lalu. Penyebabnya, sesosok makhluk asing yang terdampar di pantai.

Makhluk raksasa misterius terdampar di pantai Selandia Baru. (Foto: Melissa Doubleday/Facebook)

Makhluk asing raksasa itu tertutupi ribuan remis. Akhir November lalu, gempa 7,8 skala richter yang mengguncang Selandia Baru menyebabkan dasar laut naik hingga dua meter. Bongkahan besar batu dari dasar laut itu turut membawa berbagai organisme laut seperti rumput laut, remis, dan kepiting.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini