Pemberontak Ukraina Deklarasi Berdirinya Negara Baru Bernama Malorossiya

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Rabu 19 Juli 2017 03:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 19 18 1739492 pemberontak-ukraina-deklarasi-berdirinya-negara-baru-bernama-malorossiya-GpNsAcvFLh.jpg Kelompok separatis Ukraina, Republik Rakyat Donetsk, mendeklarasikan berdirinya negara Malorossiya (Foto: Dominique Faget/AFP)

DONETSK – Kelompok oposisi Ukraina yang menamakan dirinya Republik Rakyat Donetsk (DPR), mendeklarasikan berdirinya negara bernama ‘Malorossiya’ yang berarti Rusia Kecil. Deklarasi tersebut disampaikan Ketua DPR, Alexander Zakharchenko.

“Kami mengusulkan berdirinya negara Malorossiya. Malorossiya adalah sebuah negara muda yang independen dengan periode transisi selama tiga tahun,” tukas Zakharchenko, seperti dimuat Sputnik, Rabu (19/7/2017).

Ia menambahkan, menurut anggota DPR, Ukraina sudah gagal sebagai sebuah negara. Zakharchenko kini meminta komunitas internasional untuk mendukung usulannya tersebut sebagai solusi atas konflik yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina sejak 2014.

“Kami harus mendapat dukungan dari penduduk di Donetsk. Solusi ini sangat mungkin terjadi karena komunitas internasional mendukung penuh ide tersebut,” klaim Alexander Zakharchenko.

Malorossiya dideklarasikan sebagai federasi berdaulat dari negara-negara bagian di bawah sistem otonomi wilayah dengan Ibu Kota Donetsk. Negara tersebut diklaim sebagai suksesor dari Ukraina. Sementara sistem konstitusi akan disepakati lewat referendum dan diskusi menyeluruh.

Tokoh DPR lainnya, Alexander Timofeev mengatakan, konstitusi Malorossiya nantinya akan mengandung kebijakan untuk memperbaiki hubungan dengan Rusia. Negara muda tersebut juga akan mengupayakan penggabungan diri sebagai negara bagian ke Republik Federasi Rusia dan Belarusia.

Konflik bersenjata di Donbass, Donetsk, mulai pecah sejak April 2014 sebagai reaksi kudeta terhadap Presiden Ukraina Viktor Yanukovych yang terjadi dua bulan sebelumnya. Penduduk Donetsk dan Lugansk lalu mengadakan referendum dan memproklamirkan berdirinya Republik Rakyat Donetsk (DPR). Sejak itu, militer Ukraina menempatkan pasukannya di Donetsk untuk memukul oposisi pro-Rusia.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini