Satu-satunya masalah yang sering dihadapi pada masa itu, kawanan hyena yang lapar terkadang menyerang penduduk setempat dan memakan hewan ternak. Penduduk merasa takut dan tidak nyaman. Semua berubah ketika manusia mulai mendekati mereka dan menjalin persahabatan.
Melansir dari Oddity Central, salah seorang pemberi makan hyena termuda di Harar, Abbas Yusuf mengatakan, hyena itu tidak pernah menyerang manusia lagi sejak ayahnya memberi makan mereka lebih dari 60 tahun yang lalu.
Setiap malam, mereka sekeluarga keluar dengan sekantong daging mentah sisa. Sedikitnya 30 ekor hyena berkeliaran di jalanan. Pemandangan yang menakutkan, tetapi orang Harar sudah terbiasa. Khususnya para pria hyena, mereka dengan santai duduk sambil memberikan makan dari tangan mereka sendiri. Tanpa perlindungan apa pun. Bahkan mereka tidak keberatan jika ada hyena yang memanjat bahu mereka untuk mengambil suguhannya.
Setelah ayahnya wafat, Yusuf dan sepupunya, Mulugeta Wolde-Mariam mengambil alih pekerjaan tersebut. Yusuf berharap, putranya, Yusuf Mume Saleh (13), kelak juga akan melanjutkan tradisi baik ini dan menjaga keamanan kota.
Apalagi sekarang kebiasaan itu sudah menjadi salah satu daya tarik wisatawan di Harar. Pekerjaan Yusuf dan Mariam seperti pawang hyena. Mereka kadang mendampingi para turis mendekati para hyena itu dan memberi makan mereka.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.