Image

Kisruh Masjidil Aqsa, Negara Timur Tengah Diminta Embargo Minyak ke Israel

Rayful Mudassir, Jurnalis · Rabu 26 Juli 2017, 11:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 26 18 1744112 kisruh-masjidil-aqsa-negara-timur-tengah-diminta-embargo-minyak-ke-israel-LK71EgV3hH.jpg Salah satu masjid suci umat Islam, Masjid Al Aqsa di Yerusalem (Foto: Ammar Awad/Reuters)

JAKARTA – Konflik Masjid Al Aqsa masih menjadi perbincangan hangat terlebih setelah pihak keamanan Israel sempat memasang detektor logam di pintu masuk masjid suci tersebut. Untuk menghentikan krisis kemanusiaan tersebut, Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah meminta Negara-negara Arab di Teluk Persia mengembargo Israel atas tindakan tersebut.

Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman mengatakan, negara Timur Tengah, khususnya negara-negara teluk harus bersikap keras terhadap Israel. Karena mereka berkuasa soal perdagangan minyak, kesempatan menundukkan Israel lebih besar jika menyetop perdagangan minyak ke negara zionis tersebut.

“Negara Timur Tengah kan berkuasa dalam perdagangan minyak. Israel sangat bergantung pada negara Islam. Kalau negara Islam bisa menghentikan embargo minyak satu minggu saja, saya kira Israel bisa kolaps, tapi itu tidak dilakukan oleh negara islam,” kata Pedri dalam Diskusi Redbons ‘Masjidil Aqsa & Umat Islam Indonesia’ di Kantor Redaksi Okezone, belum lama ini.

Ia memperkirakan tidak adanya tindakan tersebut, lantaran negara-negara teluk diprediksi masih mempertimbangkan politik. Namun kata Pedri, kasus menghalangi ibadah umat Islam itu telah melewati batas kewajaran dan melanggar hak asasi internasional. Karena itu, pertimbangan politik harus dikesampingkan.

“Karena yang terganggu akibat ini (pembatasan beribadah) ialah rakyat Palestina,” tegasnya.

Kecamuk antara Israel dan Palestina kembali terjadi dalam satu pekan terakhir. Pihak keamanan Israel memasang detektor logam (metal detector) di pintu masuk Al Aqsa. Tindakan tersebut memicu kemarahan warga Palestina.

Imam Masjid Al Aqsa bahkan harus meregang nyawa demi mempertahankan Haram al Sharif. Sejumlah jamaah turut menjadi korban luka-luka akibat aksi kekerasan yang dilakukan pasukan Israel saat menangani unjuk rasa. 

Israel akhirnya mencopot detektor logam tersebut sejak Selasa 25 Juli dini hari waktu setempat. Meski demikian, Tel Aviv kini ganti memasang kamera pengawas canggih di sekitar pintu masuk Masjid Al Aqsa sebagai langkah pengamanan. 

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini