Image

Palestina Selalu Mengalah, Mengapa Israel Terus Cari Gara-Gara?

Silviana Dharma, Jurnalis · Kamis, 27 Juli 2017 - 18:10 WIB
Rock Mosque di Kompleks Masjid Al Aqsa. (Foto: Mahfouz Abu Turk/APA Images) Rock Mosque di Kompleks Masjid Al Aqsa. (Foto: Mahfouz Abu Turk/APA Images)

JAKARTA – Mengacu kepada Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM), berkeyakinan dan beragama, serta menjalankan ajaran agamanya, beribadah, termasuk hak dan kebebasan mendasar semua orang, tanpa terkecuali. Melarang hak orang beribadah sama saja dengan melanggar nilai-nilai kemanusiaan.

Itulah yang terjadi di Yerusalem saat ini. Ketika warga Palestina berusaha menjalankan ibadah, tetapi dihalang-halangi Israel. Tak tanggung-tanggung, pemerintah Israel mengirimkan langsung pasukan bersenjatanya ke sekeliling masjid dengan dalil menjaga keamanan.

Rakyat Palestina yang merasa hak beribadahnya dibatasi, lantas marah. Bentrokan dengan polisi tak terelakkan. Dua penjaga ambruk dan meregang nyawa, dibalas dengan tiga darah pemuda Palestina.

Baca juga: Pengamat Politik Timur Tengah: Israel Sering Langgar Aturan soal Masjid Al Aqsa

Kematian dua penjaga tadi berujung penutupan terhadap akses masuk ke Hashim al Sharif. Selang dua hari, Israel kembali membuka pintu masuk ke kompleks Masjid Al Aqsa. Akan tetapi, dengan penjagaan yang lebih ketat. Kali ini, siapa yang mau masuk harus lolos uji deteksi logam dulu.

Atas tekanan dari masyarakat internasional, Israel bersedia mengangkut balik alat-alat pengamanan itu. Namun begitu, kamera pengawas masih terpasang. Kebijakan tersebut membuat risih warga Palestina, karena untuk beribadah saja banyak mata yang mengamati.

Pengamat politik Timur Tengah Muhammad Jafar mengaku sepakat bahwa apa yang terjadi di Kompleks Masjid Al Aqsa dewasa ini adalah pelanggaran terhadap HAM. Padahal ada perjanjian bahwa kompleks rumah suci yang sedang disengketakan tersebut selayaknya bisa diakses baik oleh Israel maupun Palestina. Akan tetapi, yang dipertontokan sejauh ini, masjid itu sudah seperti milik Israel.

“Sebenarnya enggak akan jadi masalah, kalau Israel tidak melanggar status quo-nya. Palestina hanya ingin akses beribadah seluas-luasnya. Tetapi Israel bertindak agresif dan provokatif dengan memasang mesin pendeteksi logam di pintu masuk,” ucapnya saat bertandang ke kantor Okezone belum lama ini.

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Indonesia Harus Bantu Palestina

Tindakan Israel di Al Aqsa itu, menurut Jafar, jelas memundurkan upaya perdamaian selama puluhan tahun terakhir. Padahal, Palestina sudah seringkali menunjukkan itikad baik untuk hidup berdampingan dengan Tel Aviv.

“Dalam perspektif politik Timur Tengah, kalau merunut pada 27 tahun terakhir, Palestina sudah berulang kali menunjukkan itikad baik untuk maju ke meja perundingan. Tetapi Israel selalu memundurkan road map damai yang selama ini diupayakan dengan susah payah,” tukasnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming