Image

Israel "Main Api" di Masjid Al Aqsa ketika Teluk Arab Sibuk dengan Krisis Diplomatik Qatar

Silviana Dharma, Jurnalis · Kamis 27 Juli 2017, 20:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 27 18 1745168 israel-main-api-di-masjid-al-aqsa-ketika-teluk-arab-sibuk-dengan-krisis-diplomatik-qatar-ki0WeC490q.jpg Masjid Al Aqsa. (Foto: Ahmad Gharabli/AFP)

JAKARTA – Yerusalem yang lama tak terdengar kabarnya, kini kembali menjadi pusat perhatian setelah tiga pemuda Palestina meninggal karena menolak pemasangan alat pendeteksi logam di pintu masuk Kompleks Masjid Al Aqsa. Padahal beberapa bulan terakhir, Timur Tengah sedang disibukkan dengan krisis diplomatik Qatar.

Baca juga: Palestina Selalu Mengalah, Mengapa Israel Terus Cari Gara-Gara?

Ketua Pusat Kajian Strategis Hubungan Indonesia-Timur Tengah, Muhammad Jafar, menilai Israel memang pandai memanfaatkan momentum. Israel yang melihat perpecahan di negara Teluk Arab, berpikir Palestina sudah dilupakan sehingga bisa semena-mena lagi.

“Mungkin, dalam batasan-batasan tertentu, Israel berhitung dengan kesibukan internal negara-negara Teluk Arab. Jadi mereka pikir Palestina sudah dilupakan, sehingga bisa seenaknya melakukan pelanggaran,” ucapnya kepada Okezone belum lama ini.

Baca juga: Kisruh Masjidil Aqsa, Negara Timur Tengah Diminta Embargo Minyak ke Israel

Meski begitu, Jafar menggambarkan Israel sebagai negara yang penuh perhitungan. Dalam arti, setiap kebijakannya selalu melihat perkembangan di dunia dulu. Ia memprediksi, Israel akan melunak dengan banyaknya tekanan dari dunia internasional. Sebab pertaruhannya tentu terlalu besar kalau seluruh dunia berbalik menyerang Tel Aviv.

“Apalagi Jumat 28 Juli kabarnya akan ada unjuk rasa perlawanan besar-besaran. Tapi saya enggak tahu setelah pendeteksi logam dicabut nanti apakah ketegangan akan menurun atau tidak,” urainya.

Baca juga: Erdogan: Israel Ingin Rebut Masjid Al Aqsa dari Muslim

Jafar menjelaskan, tidak dapat dimungkiri bahwa nilai historis dan religi Masjid Al Aqsa sangat tinggi bagi kedua pihak. Jangan heran, ujarnya, jika perang yang berlangsung di Yerusalem itu bak perang mental.

Baca juga: Detektor Logam Masjidil Aqsa Dicopot, Israel-Palestina Masih Tak Saling Bicara

Sebab bagi Israel, Kompleks Masjid Al Aqsa adalah bidikan puncak untuk melenggangkan kedaulatannya atas Tanah Suci tersebut. Itulah mengapa Masjid Al Aqsa diperjuangkan secara mati-matian, baik oleh Israel maupun Palestina.

“Jika Israel berhasil menguasai kompleks ini, maka secara simbolik bagi mereka itu adalah kemenangan politik. Sebaliknya, oleh Palestina itu berarti kalah secara politik,” tukasnya.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini