KUALA LUMPUR – Warganet di Malaysia dihebohkan dengan munculnya foto-foto sepasang pengantin yang mengenakan topeng ski di pesta pernikahan mereka. Foto unik yang muncul pekan lalu itu mendapat reaksi beragam dari warganet, ada yang menjadikannya bahan lelucon, ada pula yang menganggapnya sebagai penghinaan bagi adat istiadat di Malaysia.
BACA JUGA: Wow! Remaja Inggris Pecahkan Rekor Kata Terpanjang, Siapa Bisa Ulangi?
BACA JUGA: Astaga, Ini Lima Orang yang Meninggal dengan Cara Teraneh
Dalam serangkaian foto tersebut, kedua mempelai tampak mengenakan baju pengantin tradisional Malaysia dan duduk di atas pelaminan dengan mengenakan topeng ski yang menutupi wajah mereka. Sejak pertama kali muncul, posting dengan foto-foto pengantin unik yang muncul di laman Siakap Keli itu telah disukai lebih dari 39 ribu kali dan dibagikan oleh 9.000 pengguna.
Setelah foto-foto tersebut menjadi viral pada 25 Juli, beberapa media online di Malaysia melaporkan bahwa cara tersebut banyak digunakan oleh pria beristri yang melakukan poligami, tanpa ingin identitasnya diketahui karena takut akan pembalasan istri mereka yang sebelumnya telah mereka nikahi. Meski poligami diperbolehkan dalam Islam, praktik tersebut kurang diterima dan sering kali menimbulkan kemarahan dari masyarakat di Malaysia.
Namun, beberapa hari kemudian akhirnya terungkap bahwa foto-foto tersebut sebenarnya diambil dalam sebuah pemotretan yang dilakukan fotografer Australia dengan bantuan butik pengantin setempat. Sepasang pengantin yang duduk di pelaminan adalah model yang berpose untuk pemotretan.
Berdasarkan keterangan agen model Nelissa Adreena Nizam yang dilansir harian Metro, dalam permotretan tersebut, fotografer bekerja sama dengan sebuah butik di Saremban, sebuah kota yang berjarak 60 kilometer dari Kuala Lumpur. Dia juga menampik laporan yang menyebutkan bahwa topeng ski dalam foto tersebut digunakan oleh pria yang menyembunyikan identitasnya dari istri pertama.
“Istilah ‘takut bini’ atau takut pada istri tidak berlaku di sini karena pasangan dalam foto tersebut tidak benar-benar menikah,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Asian Correspondent, Selasa (1/8/2017).
Nelissa menambahkan, daripada memandang foto-foto tersebut sebagai penghinaan pada adat lokal, orang-orang seharusnya dapat melihatnya dengan positif. Menurutnya, fotografer yang mengambil foto itu justru ingin mengedepankan keindahan dari acara dan kostum pernikahan tradisional Malaysia.
"Terlepas dari elemen artistik, wajah model ditutupi untuk mengedepankan adat istiadatnya," pungkas Nelissa.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.