VIDEO: Tarian Pengusung Jenazah Ghana, Tampilkan Keceriaan di Tengah Duka

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 03 Agustus 2017 07:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 02 18 1748747 video-tarian-pengusung-jenazah-ghana-tampilkan-keceriaan-di-tengah-duka-WVgLNQC1s5.jpg Para pengusung peti jenazah di Ghana membawa sedikit keceriaan di tengah duka (Foto: Oddity Central)

ACCRA – Prosesi pemakaman lazim diwarnai dengan tangis dan kesedihan. Akan tetapi, sekelompok pengusung jenazah coba memberi penghiburan. Mereka berjoget sambil menggotong peti jenazah sehingga membuat prosesi pemakaman sedikit ceria.

Aksi para pengusung jenazah itu belum lama ini tampil dalam pemberitaan media Inggris, BBC. Akan tetapi, ternyata praktik tersebut sudah berlangsung selama tujuh tahun di Ghana.

“Pengusung jenazah berupaya menaikkan mood di sebuah pemakaman di Ghana dengan tarian flamboyan. Keluarga-keluarga membayar mereka demi mengirimkan kerabatnya ke liang kubur dengan sedikit gaya,” tulis BBC Africa dalam deskripsi di Youtube, Kamis (3/8/2017).

Sumber: BBC Africa/Youtube

Salah satu keluarga yang benar-benar melihat langsung aksi para pengusung jenazah itu adalah seorang blogger bernama FollowMyBraids. Ia mengunggah video tersebut pada 2015 setelah menghadiri upacara pemakaman ibu mertuanya.

“Ini adalah pengalaman menakjubkan. Saya sangat senang dapat melihat penampilan tersebut secara langsung. Saya menikmati talenta ajaib dan kekuatan anak-anak muda tersebut. Mereka bahkan tidak pernah kehilangan ritme!” tulisnya, mengutip dari Oddity Central.

Penggagas bisnis tersebut, Benjamin Aidoo, mengaku saat ini sudah mempekerjakan 100 orang secara profesional. Ia melatih sendiri koreografi para pengusung jenazah itu baik laki-laki maupun perempuan demi sebuah kesempurnaan. Ia bahkan rela menghamburkan uang demi kostum tim pengusung agar memiliki efek visual yang ciamik.

“Saya memutuskan untuk menambah sedikit koreografi. Setiap kali klien datang, kami bertanya apakah mereka ingin pemakaman yang khidmat atau sedikit meriah. Mereka hanya meminta dan kami melakukannya,” tutur Benjamin Aidoo.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini