Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

OKEZONE STORY: Misterius, Satu Batalion Inggris Hilang Tanpa Jejak saat Perang Dunia I

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Senin, 07 Agustus 2017 |08:07 WIB
OKEZONE STORY: Misterius, Satu Batalion Inggris Hilang Tanpa Jejak saat Perang Dunia I
Ilustrasi: Batalion Norfolk saat menginjakkan kaki di Semenanjung Galipoli pada 1915. (Foto: Vintage News)
A
A
A

SELAMA Perang Dunia I, satu unit militer buatan Raja Edward VII dari Inggris menghilang tanpa jejak. Unit militer tersebut dinamai Batalion ke-5 Resimen Norfolk dengan julukan "The Sandringhams", atau lebih dikenal sebagai "The Norfolks".

Insiden hilangnya The Norfolks ini terjadi di Semenanjung Gallipoli, bagian dari Kesultanan Ottoman. Tidak ada satu pun teori logis yang mampun menjelaskan raibnya mereka. Tak heran, berbagai teori supernatural pun bermunculan.

Pada Perang Dunia I, negara-negara sekutu di Gallipoli sepakat mengamankan Dardanelles, sebuah selat yang memisahkan Turki di bagian Eropa dan Asia. Selat ini juga menghubungkan Perairan Mediterania dengan Laut Hitam, serta memberikan akses jalur air ke Rusia.

Tidak heran, Inggris dan Prancis amat berambisi menduduki selat tersebut. Tetapi, serangan angkatan laut dan kapal amfibi mereka terhadap pasukan Ottoman gagal total.

Bagaimanapun juga, masih ada harapan untuk Sekutu. Di puncak pertempuran, lahirlah The Norfolk. Anggota resimen ini telah tumbuh bersama, dan kini berderap menuju medan pertempuran dalam langkah yang sama.

Beranggotakan 16 perwira dan 250 prajurit, unit ini dipimpin oleh Sir Horace Proctor-Beauchamp. Pada 30 Juli 1915, mereka berangkat dari Liverpool ke Gallipoli. The Norfolk tiba di semenanjung itu pada 10 Agustus.

Hanya berselang dua hari sejak tiba di Gallipoli, The Norfolk mendapat perintah untuk meluncurkan serangan melawan Turki. Ternyata, perintah tersebut akhirnya terbukti menjadi keputusan buruk dalam segala hal.

Pasalnya, banyak anggota resimen dalam kondisi kesehatan menurun akibat mabuk laut, kekurangan tidur, amplitudo cuaca yang amat tinggi hingga perubahan iklim di Semenanjung Gallipoli. Banyak di antara mereka menderita disentri. Belum lagi semangat yang secara umum juga rendah.

Kondisi itu diperburuk dengan minimnya suplai logistik, peta yang tidak akurat, kurangnya stok air bersih. Di tengah semua hal tersebut, The Norfolk diperintahkan menyerang tentara Turki di siang bolong, di tanah mereka sendiri. Demikian disitat dari Vintage News, Senin (7/8/2017).

Seperti belum cukup menderita, para prajurit Norfolk ini juga dilanda kebingungan. Sebagian dari mereka berpikir bahwa target misi adalah menyerang Desa Anafarta Saga, sementara sebagian lainnya mempercayai mereka hanya perlu membersihkan jalurnya.

Anggota The Norfolk pun langsung berbuat kesalahan hingga terpisah dari Brigade 163 karena berbelok ke arah yang tidak tepat. Meski menyadari kekeliruan itu, mereka tetap melanjutkan perjalanan menuju Kavak Tepe tanpa bala bantuan. Mereka pun bertemu hujan peluru dari senapan mesin dan para penembak jitu. Meski demikian, di bawah komando Colonel Beauchamp, resimen ini berhasil memukul Tentara Turki ke hutan dengan berondongan artileri Mereka lalu membakar hutan tersebut. Itulah saat terakhir orang melihat resimen The Norfolk.

Batalion tersebut tidak pernah keluar dari hutan, tidak seorang pun kembali untuk menceritakan apa yang terjadi. Bahkan, tidak ada mayat yang ditemukan di medan pertempuran tersebut. Mereka menghilang begitu saja dari muka bumi. Komandan tertinggi Inggris di Gallipoli, Jeneral Sir Ian Hamilton, juga sama bingungnya dengan semua orang.

Insiden ini amat aneh. Terutama karena tidak ada satu orang pun yang mampu memberikan penjelasan logis.

Keluarga para tentara tersebut amat kehilangan dan kebingungan. Tidak ada satu pun yang mampu menentramkan mereka mengingat semua cerita hanya rumor dan spekulasi. Bahkan Raja George V tidak mampu menjelaskan apa pun. Satu-satunya pernyataan resmi tentang resimen The Norfolk ini hanyalah bahwa mereka ini dilaporkan hilang.

Ratu Alexandra mencoba mencari informasi lebih banyak dari duta besar Amerika Serikat di Konstantinopel. Ia bertanya tentang kemungkinan keberadaan para prajurit yang hilang tersebut di penjara Turki. Palang Merah Internasional dihubungi, surat kabar juga ramai memberitakan insiden ini, namun semua upaya tersebut nihil hasil. Setelah perang selesai, tidak ada jejak mereka yang dapat ditemukan di penjara tahanan perang mana pun.

Badge Resimen Norfolk. (Foto: Vintage News)

Bertahun-tahun kemudian, pada 1965, mantan pelaut dari Selandia Baru, Frederick Reichardt, menyampaikan testimoni yang belum pernah diungkap sebelumnya. Ia mengklaim menyaksikan hilangnya Batalion ke-5 Norfolk secara aneh pada 1915. Namun, pengakuannya ini penuh nuansa spiritual dan didukung tiga veteran lain.

Reichardt mengklaim, sore itu mereka menyaksikan formasi 6 atau 8 awan berbentuk roti yang melayang di area pertempuran Sandringhams. Salah satu awan itu turun mendekati para prajurit tersebut. Dan setelah sekira satu jam, awan itu naik kembali, bergabung dengan gumpalan awan lainnya dan melayang pergi. Mereka dapat melihat hutan secara jelas, namun tidak dapat menemukan keberadaan para tentara. Dan meskipun cerita ini tidak dapat dipercaya, banyak orang membagikannya dari mulut ke mulut.

Pendeta batalion, Pierrepoint Edwards, dalam laporannya pada 1919, mengklaim ia menemukan jenazah para prajurit yang hilang. Menurut Edwards, hanya 2 jenazah yang dapat diidentifikasi yaitu prajurit Barnaby dan Carter. Edwards menemukan jenazah itu di sekitar area pertempuran, sekira 731 meter dari garis depan Turki.

Lebih lanjut, sang pendeta menyampaikan, warga setempat yang memiliki lahan pertanian melaporkan bahwa ladangnya dipenuhi jenazah para prajurit Inggris sesaat setelah pertempuran. Sang petani mengaku membuang jenazah-jenazah tersebut ke sebuah jurang. Entah mengapa, laporan pendeta ini justru tidak dipercaya.

Apakah para prajurit ini terbunuh di medan pertempuran dan jenazah mereka tidak dapat ditemukan, atau mereka meninggal dunia di kamp atau menemui takdir yang aneh, hilangnya batalion Norfolk masih menjadi misteri hingga kini.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement